Anak SMP Berusia 14 Tahun Jadi Bandar Ganja, Dipasarkan Melalui Facebook, Ditangkap Polres Cimahi

Anak SMP berusia 14 tahun jadi bandar ganja. Dipasarkan lewat Facebook.

Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Marzuki, Kasat Narkoba Polres Cimahi AKP Andri Alam dan Ka Bapas Kelas I Bandung Bambang Ludiro menunjukkan barang bukti narkotika jenis ganja di Mapolres Cimahi, Selasa (12/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Satuan Narkoba Polres Cimahi berhasil menangkap bandar narkotika jenis ganja yang usianya masih 14 tahun dan berstatus pelajar.

Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Marzuki menjelaskan bahwa pengungkapan tersebut berawal dari tim patroli cyber yang melakukan pengintaian di media sosial.

"Tim menemukan ada pengiriman barang yang diketahui berisi ganja melalui jasa pengiriman di wilayah Parongpong. Menurut pihak jasa pengiriman ada satu orang yang sama yang selalu mengirim barang secara berulang ke beberapa daerah," kata Yoris.

Setelah dilakukan pendalaman, seorang berinisial WL (19) kembali mendatangi jasa pengiriman pada Senin (11/5/2020) pukul 14.00 WIB dan membawa enam paket.

Penangkapan tersebut secara langsung dipimpin oleh Kasat Narkoba Polres Cimahi AKP Andri Alam.

Setelah menangkap WL, dilakukan pengembangan dan menangkap ND (14).

"Kami menangkap ND (14) yang masih kelas 2 SMP. Diyakini bahwa ND merupakan bandar narkoba jenis ganja. Kami geledah rumahnya, ditemukan sejumlah barang bukti lainnya," katanya.

Menurut pengakuan ND, Ia mendapat ganja tersebut dari seorang narapidana di Sumatera Barat.

Ganja tersebut dijual oleh ND melalui media sosial Facebook.

Yoris mengatakan pihaknya akan terus mendalami kasus tersebut. Karena masih di bawah umur, ND akan diserahkan ke pihak Bapas Kelas 1 Bandung.

Barang bukti yang disita oleh Polisi ialah 3,5 kilogram ganja kering siap untuk diedarkan. Karena masih di bawah umur, ND akan dikenakan pasal 114 dan 115 dan hukuman 1/3 dari masa tahanan serta pidana penjara maksimal 20 tahun.

Melalui penjualan via Facebook, ND sudah mengirimkan ganja ke berbagai daerah di Indonesia.

"Saya tekankan khususnya kepada orangtua agar mengawasi anak-anaknya, khususnya di zaman media sosial saat ini, hal ini sangat berbahaya dan bisa saja menimpa anak-anak yang lain," katanya.

Terdampak Pandemi Covid-19, Pekerja Wisata di KBB dapat Bantuan dari Kemenparekraf RI

Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved