Virus Corona di Jabar

Sudah Seminggu Kasus Positif Corona di Jabar Menurun, Pertanda Pandemi Segera Lenyap?

Sebelumnya pada Sabtu (2/5), angka pasien positif di Jabar bertambah 31 pasien, sedangkan pada Jumat (1/5) tidak ada penambahan pasien positif

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ravianto
Istimewa
Update kasus virus corona di Jawa Barat dan Indonesia, Jumat 1 Mei 2020. 

Menurutnya persoalan penanganan Covid-19 adalah persoalan global, langkah responsif Ridwan Kamil tidak akan mencapai nilai sempurna karena masih harus mengkoordinasikan peran antar kabupaten/kota, hingga antarprovinsi.

Oleh menilai responsivitas Ridwan Kamil linear dengan berkurangnya kasus Covid-19.

Meski dari segi persoalan kecepatan dan bantuan yang disalurkan lebih awal langkah ini sudah tepat, Oleh tetap menitikberatkan pada upaya memperbaiki dan meluruskan data penerima bantuan yang merupakan pekerjaan rumah bersama.

“Ada beberapa hal yang harus kita luruskan dan meluruskan data ini harus dikerjakan sama-sama dan kepedulian bersama,” kata legislator dari Fraksi PKB ini.

Dengan 9 pintu bantuan yang disiapkan pemerintah untuk warga terdampak, yang dua pintu bantuan sosial di antaranya berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Oleh mengatakan upaya Ridwan Kamil layak diapresiasi.

Dia menunjuk Bantuan Nasi Bungkus yang menjadi salah satu pintu bantuan di luar Bansos tunai dan non tunai Pemprov Jabar.

Soal kecepatan dan menyalurkan bantuan sosial lebih awal ini juga diapresiasi Anggota Fraksi PKS DPRD Jabar Abdul Hadi Wijaya.

Pihaknya menilai kecepatan dan bantuan lebih awal bukan masalah yang menyebabkan urusan bansos di Jawa Barat Gaduh. Namun persoalan data.

“Data yang sepotong-sepotong itu mengakibatkan tidak nyambungnya kondisi di lapangan dengan masyarakat yang diberi harapan,” ujarnya.

Di lain sisi, ujarnya, Pemprov Jabar melangkah cepat untuk menyalurkan bansos kepada masyarakat terdampak.

Sementara ada sejumlah pintu bantuan terutama dari pusat yang belum turun. Kondisi ini dinilai banyak pihak penyaluran bantuan oleh Gubernur terlalu cepat meski niatnya sudah baik.

“Jadi, Pak Gubernur kecepetan (menyalurkan bansos), akhirnya jadi ramai, viral," katanya.

Langkah cepat dan responsif ini terekam dari hasil Lembaga riset Repro Indonesia yang menggelar survei mengenai persepsi publik terkait penanganan wabah Covid-19 di empat provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yang kini menjadi episentrum penyebaran Covid-19.

Direktur Eksekutif Repro Indonesia Vici Sofianna Putera memaparkan berdasarkan temuan hasil survei, secara umum, masyarakat di empat provinsi tersebut masih diliputi kecemasan terpapar Covid-19, khususnya di DKI Jakarta dengan persentase sebesar 59%.

Selain cemas terpapar Covid-19, hasil survei juga mengungkap bahwa masyarakat umumnya juga merasakan kecemasan dengan kondisi ekonomi pribadi mereka. Kondisi tersebut terutama terlihat di Jabar dengan persentase sebesar 56% dan Jatim 55%.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved