Virus Corona di Jabar

Sudah Seminggu Kasus Positif Corona di Jabar Menurun, Pertanda Pandemi Segera Lenyap?

Sebelumnya pada Sabtu (2/5), angka pasien positif di Jabar bertambah 31 pasien, sedangkan pada Jumat (1/5) tidak ada penambahan pasien positif

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ravianto
Istimewa
Update kasus virus corona di Jawa Barat dan Indonesia, Jumat 1 Mei 2020. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dalam seminggu terakhir, angka penambahan kasus positif Covid-19 di Jawa Barat terus mengalami penurunan drastis.

Walaupun belum menurun secara stabil, sejak seminggu lalu angka pertambahan kasus positif Covid-19 di Jabar di bawah angka 50 kasus per hari, bahkan sempat mencapai nol kasus per hari.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI yang dipublikasikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, pada Minggu (3/5), kasus positif di Jabar totalnya 1.054 pasien, atau bertambah 10 pasien dari hari sebelumnya. Sedangkan pasien sembuh totalnya mencapai 152 pasien dan yang meninggal total 85 pasien.

Sedangkan secara nasional, angka kasus positif total 11.192 pasien. Provinsi dengan angka positif terbanyak adalah DKI Jakarta dengan 4.463 kasus, kemudian Jawa Timur dengan total 1.117 kasus positif.

Jawa Timur pun akhirnya menyusul Jawa Barat yang sebelumnya selalu menempati di posisi kedua.

Sebelumnya pada Sabtu (2/5), angka pasien positif di Jabar bertambah 31 pasien, sedangkan pada Jumat (1/5) tidak ada penambahan pasien positif atau nol kasus.

Kemudian Kamis (30/4), pasien positif di Jabar hanya bertambah 3 pasien, walaupun sehari sebelumnya yakni Rabu (29/4) bertambah 40 pasien.

Penambahan pasien positif pada Selasa (28/4) pun hanya bertambah 19 orang dan pada Senin (27/4) bertambah 39 orang.

Hari-hari sebelumnya secara berturut-turut penambahan pasien positif sebanyak 5 pasien, kemudian 45 pasien, dan 75 pasien pada 24 April 2020.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB tingkat provinsi Jabar yang akan dilaksanakan selama 14 hari mulai 6 Mei 2020 pun berada pada momen yang pas karena saat ini tren penularan sedang menurun sebagai dampak positif PSBB di berbagai kawasan seperti DKI Jakarta, Bodebek, Bandung Raya, serta kawasan lain di Pulau Jawa.

"Sesuai data yang diumumkan, kurva penyebaran Covid-19 sudah mulai melandai di Jawa Barat. Rata-rata maksimal di angka 40 kasus. Bahkan di hari Kamis (30/4) itu penambahan hanya 3 kasus. Di hari Jumat kemarin (1/5), penambahan 0 kasus. Kemarin hari yang istimewa, mudah-mudahan kita berdoa tren menurun ini bisa kita jaga dengan baik," ucapnya di Bandung, Minggu (3/5).

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Jabar Oleh Soleh menilai upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat menangani penyebaran Covid-19 dengan cepat dan dalam menyalurkan batuan sosial kepada yang terdampak Covid-19 lebih awal dan lebih cepat perlu diapresiasi.

Oleh Soleh mengatakan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terbilang responsif dalam melakukan sejumlah upaya penanggulangan Covid-19 termasuk dampak sosial ekonomi dengan menyalurkan bantuan dan menyiapkan anggaran hingga Rp 4 triliun.

"Kang Emil cukup responsif dengan berbagai inovasi dan kolaborasi,” katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved