Bupati Ciamis Ancam Pecat Camat Kalau Ada Warga Kelaparan, Tiap Desa Harus Dirikan Dapur Umum

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengingatkan agar camat selalu memantau kondisi warganya saat menghadapi pandemi Covid-19.

TRIBUN JABAR / ANDRI M DANI
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya (kiri) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengingatkan agar camat selalu memantau kondisi warganya saat menghadapi pandemi Covid-19. Dia mewanti-wanti agar tak ada yang meninggal karena kelaparan.

“Kalau ada masyarakat yang meninggal karena  kelaparan, camatnya terpaksa diberhentikan dari jabatannya,” tegas Herdiat Sunarya pada rapat koordinasi persiapan pelaksanaan pembatasan sosial berskala Besar (PSBB) di Aula RAA Kusumadiningrat Setda Ciamis, Senin (4/5) siang.

Rakor tersebut dihadiri oleh camat se-Ciamis, termasuk pengurus Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Ciamis.

Menurut Bupati Herdiat Sunarya, guna membantu warga yang terdampak pandemi virus corona sudah disalurkan bantuan beras melalui camat. Bantuan beras tersebut berasal dari dana zakat profesi dari ASN sebesar Rp 623 juta. Bulan ini sudah terkumpul Rp 1,2 miliar.

Dana yang terhimpun dari zakat profesi ASN/PNS tersebut telah dibelanjakan untuk pembelian 45 ton beras dan 35 ribu masker yang dibagikan kepada warga melalui tingkat kecamatan.

Alhamdulillah, Korban Tenggelam di Waduk Jatiluhur Berhasil Ditemukan di Hari Keempat Pencarian

Berkenaan akan diterapkannya PSBB mulai Rabu (6/5/2020), setiap desa diimbau mendirikan dapur umum. Untuk kebutuhan berasnya akan disuplai dari dana zakat profesi sebanyak 150 kilogram untuk 14 hari.

Herdiat Sunarya juga meminta para kades segera melakukan refocusing dana alokasi desa (ADD) untuk penanganan Covid-19 di tingkat desa. “Mudah-mudahan tanggal 6 Mei (saat diberlakukanya PSBB)  sudah bisa direalisasikan untuk membantu masyarakat,” katanya.

Pemkot Banndung Hentikan Status PSBB, Kata Pengamat: Harusnya Terintegrasi

Pada kesempatan rakor tersebut Wabup Ciamis, Yana D Putra, mengingatkan bahwa dapur umum di tiap desa tersebut jangan sampai menimbulkan kerumunan orang. Hasil masakam di dapur umum dibagikan atau diantar langsung ke warga yang terdampak pandemi Covid-19.

Pasien Positif Aktif Covid-19 di Kota Cimahi Bertambah Lagi

"Tidak boleh ada kerumunan,” ucap Yana D Putra. (*)

Penulis: Andri M Dani
Editor: Sugiri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved