Sudah Jadi Ikon, Haji Geyot Belum Muncul di Alun-Alun Ciamis

Lokasi saung haji geyot tersebut tak pernah pindah, yakni pojok selatan Alun-alun Ciamis, seberang pintu gerbang Gedung DPRD Ciamis.

TRIBUNJABAR/ANDRI M DANI
Patung haji geyot di Alun-alun Ciamis yang diambil pada 2018. 

Laporan Wartawan tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Di warga Ciamis, biasanya ada dua tanda-tanda datangnya bulan puasa. Yang umum adalah keberadaan iklan sirop yang berseliweran di televisi. Sedangkan yang khusus adalah keberadaan haji geyot hadir di Alun-alun Ciamis.

Patung atau boneka penabuh beduk itu telah menjadi ikon Alun-alun Ciamis setiap bulan Ramadan. Warga Kota Galendo tersebut menyebutnya haji geyot.

Kehadiran haji geyot setiap bulan Ramadan menjadi daya tarik sendiri bagi warga yang ngabuburit di Alun-alun Ciamis. Terutama anak-anak yang memilih berkerumun di sekitar saung tempat haji geyot berteduh tiada henti menabuh beduk sebulan penuh.

Lokasi saung haji geyot tersebut tak pernah pindah, yakni pojok selatan Alun-alun Ciamis, seberang pintu gerbang Gedung DPRD Ciamis.

“Biasanya seminggu datangnya bulan Ramadan sudah ada haji geyot dan saungnya. Tapi hari ini, hari pertama bulan puasa, belum ada tanda-tanda haji geyot hadir di alun-alun,” tutur Ketua DKM Masjid Agung Ciamis, Wawan S Arifin, kepada Tribun, Jumat (24/4/2020).

Ketidakhadiran haji geyot di Alun-alun Ciamis pada bulan puasa ini, katanya, mungkin saja sebagai penyesuaian dengan kondisi pandemik Covid-19 yang sekarang sedang terjadi. Hal itu guna menghindari terjadinya kerumunan orang yang ngabuburit. karena alun-alun merupakan lokasi favorit warga Ciamis untuk ngabuburit.

Pada Ramadan kali ini, warga dianjurkan tidak ngabuburit.

Namun, bagi warga Ciamis, kehadiran haji geyot di Alun-alun Ciamis pada setiap bulan puasa sudah menjadi ikon. Jika pada Ramadan kali ini tidak ada, maka ada sesuatu yang hilang.

“Sebenarnya haji geyot bisa saja tetap dihadirkan sebagai ikon bulan puasa di Ciamis. Tapi tidak di alun-alun, mungkin saja tempatnya di halaman Masjid Agung,” katanya.

Hal serupa juga diungkapkan Didi Ruswendi, mantan aktivis remaja Masjid Agung Ciamis yang kini menajdi praktisi pendidikan.

Menurutnya, boneka penabuh beduk yang oleh warga Ciamis akrab disebut h aji geyot tersebut pertama kali muncul pada bulan Ramadan tahun 2000, 20 tahun lalu. Waktu itu Ciamis dipimpin Bupati Oma Sasmita.

Sejak itu haji geyot rutin hadir di Alun-alun Ciamis setiap bulan puasa. Tidak hanya telah menjadi ikon tetapi kehadirannya selalu ditunggu terutama oleh anak-anak. (*)

Penulis: Andri M Dani
Editor: Sugiri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved