Kamis, 23 April 2026

WHO Tegaskan Orang Sehat Bisa Puasa Ramadhan Seperti Biasa, Ini Catatan-catatannya

Dalam website resminya, WHO menjelaskan Ramadhan yang bertepatan dengan pandemi Covid-19 ini juga harus digunakan sebagai momentum untuk berbagi.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Giri
Tribunjabar.id/Kisdiantoro
MUI Kota Bandung memberikan perincian bagimana umat Islam bisa menjalankan ibadah di bulan Ramadan, mulai aturan buka puasa, sahur, hingga salat Tarawih. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - World Health Organization (WHO), organisasi kesehatan dunia, telah menerbitkan panduan berpuasa di bulan Ramadan tahun ini, yakni saat pandemi Covid-19 diperkirakan masih berlangsung. Panduan berjudul "Safe Ramadan Practices in the Context of the Covid-19" tersebut diterbitkan pada 15 April 2020.

Dalam panduan ini dinyatakan, tidak ada penelitian yang mengaitkan antara puasa dengan risiko infeksi Covid-19. WHO menyatakan orang sehat tetap bisa berpuasa selama Ramadan tahun ini, sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Sedangkan bagi pasien positif Covid-19, bisa mempertimbangkan keringanan untuk tidak berpuasa dulu setelah berkonsultasi dengan dokter. Sama seperti orang yang sedang menderita penyakit lainnya.

Selama pandemi Covid-19, sejumlah negara pun membatasi gerak fisik masyarakatnya di tempat umum. Saat berpuasa, WHO menyarankan untuk tetap berolahraga di rumah, sebagai pengganti olahraga yang biasa dilakukan di luar rumah.

Organisasi PBB ini pun menyatakan orang yang berpuasa selama Ramadan harus mengonsumsi makanan dan minuman sehat serta bernutrisi saat sahur dan berbuka. Sangat disarankan memakan bermacam jenis makanan segar, bukan makanan olahan.

Kemudian disarankan memperbanyak minum air mineral saat sahur dan berbuka. Merokok, kata WHO, tidak pernah disarankan dalam situasi apa pun, saat Ramadan atau pandemi Covid-19.

Walaupun Ramadan tahun ini dilaksanakan dalam situasi yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, sehingga ada penyesuaian akibat pandemi Covid-19. WHO pun menyarankan umat Islam tetap meningkatkan ibadahnya selama Ramadan.

Dalam website resminya, WHO menjelaskan Ramadan yang bertepatan dengan pandemi Covid-19 ini juga harus digunakan sebagai momentum untuk berbagi dengan yang membutuhkan bantuan dan peduli kepada orang lain, termasuk peduli pada kesehatan siapa pun.

Anak SD di Cimahi Donasikan Isi Celengan untuk Beli Masker, Wali Kota Cimahi: Siap, Laksanakan

Pemberian sedekah, misalnya, harus dilakukan dengan mengedepankan faktor kesehatan dan tetap melakukan physical distancing. Pembagian makanan untuk sahur atau berbuka untuk orang lain harus dilakukan dengan cara yang tidak membuat kerumunan.

Hindari mendonasikan makanan berbuka puasa atau sahur dengan sistem prasmanan. Lebih baik dikemas dalam kotak makan untuk setiap orang.

Kebiasaan berbuka puasa bersama di masjid pun tahun ini harus dipertimbangkan matang-matang mengingat aktivitas berkumpul terbukti sangat berisiko menularkan Covid-19.

WHO pun menyarankan umat Islam untuk tetap menjaga silaturahmi secara digital, membacakan doa khusus untuk orang-orang yang tengah sakit, bersama menciptakan pesan dan harapan yang membuat nyaman sehingga dapat membuat mental siapa pun lebih sehat selama Ramadan.

WHO menekankan hal yang bisa memperbesar risiko penularan Covid-19 bukanlah ibadahnya, melainkan jika ibadah tersebut dilaksanakan dengan jumlah orang yang banyak, seperti kegiatan-kegiatan di masjid selama Ramadan yang melibatkan orang banyak.

Tinggal di Rumah Reyot, Janda Asal Garut Tetap Bersyukur: Yang Kaya Allah

WHO menekankan juga hal yang perlu dicermati dan dihindari selama Ramadan adalah mengenai tradisi keramaian, baik di pasar, tempat makan, tempat rekreasi, bahkan pusat perbelanjaan, yang biasanya juga ramai selama Ramadan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved