Jumat, 24 April 2026

Tinggal di Rumah Reyot, Janda Asal Garut Tetap Bersyukur: Yang Kaya Allah

Nunggu ada yang betulin saja, rumah, mah. Kalau belum ada bantuan tidak apa-apa.

Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Giri
TRIBUN JABAR/FIRMAN WIJAKSANA
RUMAH reyot milik Minah, janda berusia 70 tahun, di Kampung Randu Kurung, Desa Cibiuk Kaler, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut. 

Laporan Wartawan Tribun  Jabar,Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Rumah milik Minah, janda berusia 70 tahun, memprihatinkan. Bagian atap rumah yang terletak di Kampung Randu Kurung, Desa Cibiuk Kaler, Kecamatan Cibiuk, sudah hampir roboh.

Di bagian atap tengah rumah sudah ada lubang besar.

Meski kondisinya hampir roboh, Minah tetap tinggal di rumah peninggalan almarhum suaminya itu.

Hampir semua bagian rumah berukuran 6x9 meter itu bukan hanya bocor. Melainkan sudah tak memiliki genting. Jika hujan, otomatis air membasahi semua bagian rumah.

Saking rapuhnya, tak ada warga yang berani memperbaiki bagian atap rumah Minah yang bolong. Khawatir saat diperbaiki, bagian atap ambruk. Hanya tembok rumah yang masih kokoh.

Kondisi rumah Minah beredar melalui media sosial. Sejumlah orang tergugah rasa kepeduliannya untuk membantu Minah.

Walau begitu, Minah tak terlalu mempersoalkan kondisi rumahnya. Ia tetap menerima dan tak banyak mengeluh.

Di rumahnya itu, Minah menjalankan semua aktivitas. Ia malah lebih fokus beribadah seperti membaca Al-Qur'an.

"Nunggu ada yang betulin saja, rumah, mah. Kalau belum ada bantuan tidak apa-apa, gusti nu beunghar mah (yang kaya adalah Allah), jalma mah mung titahan na (manusia mah hanya pesuruh-Nya)," ucap Minah, Senin (20/4/2020).

MINAH (kerudung merah muda) duduk di rumahnya seusai membaca Al-Qur'an di Kampung Randu Kurung, Desa Cibiuk Kaler, Kecamatan Cibiuk.
MINAH (kerudung merah muda) duduk di rumahnya seusai membaca Al-Qur'an di Kampung Randu Kurung, Desa Cibiuk Kaler, Kecamatan Cibiuk. (TRIBUN JABAR/FIRMAN WIJAKSANA)

Sejak pertama menikah dengan Dadang, almarhum suaminya, ia sudah menempati rumah tersebut.

Namun, sekitar tahun 1980-an, suaminya meninggal dunia. Sejak saat itu Minah hidup seorang diri karena tidak memiliki anak dari hasil pernikahannya.

Anak SD di Cimahi Donasikan Isi Celengan untuk Beli Masker, Wali Kota Cimahi: Siap, Laksanakan

Sehari-harinya, Minah menyibukkan diri dengan membaca Al-Qur'an dan salawat di rumah reyotnya. Jika kondisinya sehat, Minah pun rajin menghadiri pengajian-pengajian rutin di masjid.

"Alhamdulillah sudah cukup seperti ini juga. Kalau ada yang mau bantu sangat bersyukur. Tapi kalau tidak ada juga tidak apa-apa," katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved