Waktu Terbaik Berjemur di Pagi Hari, Ini Manfaat Luar Biasanya terhadap Tubuh
Selama ini, bisa jadi tak sedikit orang yang menghindari sinar matahari pagi lantaran panas dan bikin berkeringat.
TRIBUNJABAR.ID - Selama ini, bisa jadi tak sedikit orang yang menghindari sinar matahari pagi lantaran panas dan bikin berkeringat.
Namun, ternyata ada manfaat luar biasa di balik sinar matahari pagi tersebut.
Di masa wabah corona seperti saat ini, banyak orang justru sengaja berada di luar rumah untuk berjemur sinar matahari pagi.
Berjemur di bawah sinar matahari pagi, dipercaya berkaitan dengan peningkatan daya tahan tubuh.
Seperti diketahui, beberapa ahli berpendapat daya tahan tubuh yang baik memiliki andil untuk mencegah infeksi virus corona.
Menurut laman alodokter.com, sinar ultraviolet (UV) yang dihasilkan sinar matahari pagi akan diubah oleh tubuh menjadi vitamin D jika menyentuh permukaan kulit.
Ada beberapa manfaat dari vitamin D, di antaranya adalah menjalankan fungsi metabolisme kalsium, mentransmisi kerja otot dengan saraf, dan tentu saja, imunitas tubuh.
• UPDATE VIRUS CORONA Kabupaten Sukabumi, ODP Tembus 2.181 Orang, Jumlah PDP Pun Naik
• Ini Sejumlah Reaksi Warga Jabar Terkait Corona yang Bikin Ridwan Kamil Prihatin
Adapun waktu terbaik untuk berjemur sinar matahari adalah saat pagi hari.
Tepatnya, waktu terbaik berjemur sinar matahari adalah sebelum pukul 10.00 WIB.
Tak perlu lama-lama, Anda cukup berjemur selama 15 menit saja.
Dalam sepekan, Anda juga hanya cukup berjemur selama dua hingga tiga kali saja.
Sementara itu, Dokter Ahli Gizi dan Magister Filsafat, Dr dr Tan Shot Yen M Hum menjelaskan, ada dua jenis cahaya matahari yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan manusia.
Cahaya matahari yang tidak dibutuhkan manusia adalah ultraviolet A, sementara yang dibutuhkan adalah ultraviolet B.
Sinar ultraviolet A muncul sekitar pukul setengah enam hingga tujuh pagi atau ketika matahari mulai beranjak naik.
• Sinar Matahari di Indonesia Ditengarai Jadi Penyebab Indonesia Bebas Virus Corona atau Covid-19
• Peneliti Indonesia Temukan Senyawa yang Berpotensi untuk Lawan Corona, Banyak Ditemukan di Buah Ini
Tan menyarankan agar kita menghindari paparan sinar ultraviolet A secara berlebih karena dapat menyebabkan keriput dan kanker.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-berjemur-sinar-matahari-pagi.jpg)