Minggu, 19 April 2026

Pemudik Terus Mengalir Memasuki Ciamis, Sehari Lebih dari 1.000 orang Mudik

Pemudik terus mengalir memasuki Ciamis. Dalam sehari bertambah 1.000 orang.

Penulis: Andri M Dani | Editor: taufik ismail
tribunjabar/andri m dani
Dr Bayu Yudiawan juru bicara Gugus TUGAS PIK Covid 19 Ciamis 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Di tengah ancaman penularan Covid-19, para pemudik dari daerah zona merah masih terus mengalir masuk Ciamis.

Ini terbukti dari jumlah pemudik yang masuk kategori migrasi dalam pemantauan (MDP) masih terus bertambah meski Jakarta sudah memberlakukan PSBB dan kabupaten/kota sekilingnya dalam usulan.

Sampai pukul 12.00 Jumat (10/4/2020), jumlah angka MDP di Ciamis sudah mencapai angka 25.053 orang, sedangkan pada hari Kamis (9/4/2020), 23.814 orang.

Dalam sehari berarti ada penambahan pemudik yang masuk sebanyak 1.139 orang.

“Bila dibandingkan hari libur Nyepi dan akhir pekan dari tanggal 24 sampai 28 Maret, jumlah pemudik seminggu terakhir relatif jauh lebih kecil. Beda dengan waktu libur Nyepi yang bersamaan dengan awal liburnya kegiatan sekolah serta penutupan pabrik-pabrik,” ujar juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Ciamis, dr Bayu Yudiawan kepada Tribun, Jumat.

Dari 25.053 pemudik yang terdata sebagai MPD, Jumat ini sebanyak 8.267 orang sudah menjalani masa pemantauan dan 16.786 lainnya masih dalam pemantauan.

Sampai hari ini jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Ciamis masih dua orang.

Keduanya perempuan yang berasal dari kecamatan yang sama. Masing-masing usia 72 tahun dan usia 55 tahun.

Riwayat penularan keduanya berbeda.

Nenek berusia 72 tahun positif Covid-19 setelah dijenguk anaknya yang datang dari daerah zona merah.

Sedangkan ibu yang berusia 55 tahun positif Covid-19 setelah kedatangan tamu dari kluster salah satu seminar di Jabar.

Guna memutus mata rantai penularan Covid-19, Gugus Tugas Covid-19 sudah melakukan tracing melacak riwayat kontak dekat pasien yang terkonformasi positif serta melakukan pembatasan lokal wilayah terbatas untuk isolasi mandiri yang terpantau.

Adanya ancaman universal dan potensi ancaman kedaruratan sehingga perlu diberlakukan pembatasan waktu buka sebuah pasar di wilayah Ciamis Selatan.

“Itu hasil kajian gugus tugas baik di tingkat kecamatan maupun di tingkat kabupaten,” ujar dr Bayu.

Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah satu orang yakni jadi 16 orang. Dari 16 orang PDP yang terdata, sebanyak 8 orang sudah sembuh, 3 orang meninggal dunia, dan 5 lainnya masih menjalani masa PDP-nya.

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) hanya bertambah 23 orang. Yakni dari 1.420 orang sehari sebelumnya menjadi 1.443 orang pada hari Jumat ini.

Dari 1.443 ODP tersebut sebanyak 715 orang sudah selesai menjalani masa ODP-nya dan 728 orang lainnya masih dalam pantauan.

BARU SAJA TERJADI, Longsor Timbun Jalan di Cikakak Kabupaten Sukabumi, Kendaraan Tak Bisa Melintas

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved