Trik Pengusaha Hadapi Virus Korona

Pengusaha Sepatu Sneakers di Cibaduyut Isolasi Karyawan dan Terus Berproduksi daripada Merumahkan

Pengusaha sepatu sneakers di Cibaduyut, Yusuf Sahroni isolasi karyawan dan terus memeproduksi daripada merumahkannya.Puluhan ribu pekerja

Istimewa
TETAP BEKERJA - Karyawan tetap bekerja di tengan pandemi virus corona dan diberi jarak antara satu dan yang lainnya di bengkel sepatu LAF Project di Gang Haji Ibrahim, Jalan Ciabduyut, Kota Bandung, Kamis (2/4). 

TRIBUNJABAR.ID - Penyebaran virus korona mengganggu dunia usaha. Pengusaha ada yang mengaku kehilangan omzet hingga 50 persen. Bahkan ada yang menghentikan produksinya. Imbasnya, ada karyawan yang terpaksa dirumahkan, bahkan di-PHK.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat, Mochamad Ade Afriandi, mengatakan, puluhan ribu pekerja di Jawa Barat harus dirumahkan dan ribuan lainnya mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Sekitar 40 ribuan yang dirumahkan dan tiga ribuan itu yang terdampaknya PHK. Total sekitar 43 ribuan, lah. Itu baru data sementara. Nah, sebelum final, berarti data itu data sementara dan terus berkembang atau terus di-update," kata Ade saat dihubungi, Sabtu (4/4).

Menurut Ade, dia baru mendata 502 perusahaan di 21 kabupaten dan kota di Jawa Barat sejak 31 Maret 2020. Di Jawa Barat sendiri ada sekitar 47.221 perusahaan, 30 ribu perusahaan di antaranya masuk kategori mikro. Skala kecil ada sekitar enam ribu perusahaan, skala sedang ada lima ribu perusahaan, dan skala besar industri ada sekitar tiga ribu perusahaan.

"Sebanyak 502 perusahan di Jabar itu ternyata 86 persennya sudah memberikan gambaran atau laporan mereka terdampak oleh Covid-19. Artinya, kan, pastilah ada yang terdampak sampai bisa tutup atau mungkin off dulu," ujar Ade.

Menurut Ade, dampak yang mereka rasakan antara lain kesulitan bahan baku. Negara yang diandalkan untuk mengimpor bahan baku, kata Ade, melakukan kebijakan lockdown. Selain itu, pihak perusahaan atau industri juga bergantung pada pembeli yang mayoritas berada di negeri yang menyatakan lockdown.

Untungnya, hal itu tidak berimbas ke perusahaan sepatu milik Yusuf Sahroni (31). Yusuf tetap menjalankan usahanya secara normal. Dia pun tetap mempekerjakan karyawan untuk memenuhi orderan yang tetap berdatangan.

"Kami harus terus menggenjot penjualan setiap hari sebelum makin memburuk," kata Yusuf, pemilik perusahaan sneakers bermerek LAF Project, lewat aplikasi WhatsApp, Kamis (2/4).

Yusuf Sahroni (31), pengusaha sepatu di Cibaduyut.
Yusuf Sahroni (31), pengusaha sepatu di Cibaduyut. (Tribun Jabar/Januar P Hamel)

Yusuf memiliki cara tersendiri agar produksi tetap berjalan. Dia tetap mempekerjakan karyawannya dengan mematuhi imbauan pemerintah, social distancing.

Yusuf mengisolasi karyawan, terutama bagian administrasi, di rumahnya. Mereka yang masih indekos diberi fasilitas tempat menginap memadai di rumah Yusuf di Gang Haji Ibrahim, Jalan Cibaduyut, Kota Bandung.

Halaman
123
Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Januar Pribadi Hamel
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved