Virus Corona di Jabar

Ternyata Begini Cara Memulasara Korban Covid-19, Seorang Pemulasara Jenazah Cerita Perbedaannya

Meski tidak positif, kata Wawan, namun dia waspada dalam pencegahan terhadap penularan Covid-19.

TRIBUN CIREBON/AHMAD RIPAI
Wawan 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Wawan salah seorang petugas pemulasara di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan mengaku panas dan kehabisan tenaga.

Terlebih ketika mengenakan alat pelindung diri (APD) saat melakukan prosesi fardu kifayah atau pemulasara jenazah pasien dalam pengawasan (PDP).

“Selama dua jam berpakaian APD, saya sendiri di kamar isolasi,” ungkap Wawan saat memberikan keterangan kepada awak media, Sabtu (4/04/2020).

Meski tidak positif, kata Wawan, namun dia waspada dalam pencegahan terhadap penularan Covid-19.

“Tetap saya lakukan sesuai saran tim medis dan memang protokol Covid-19 begitu,” katanya.

Dia menjelaskan pemulasara jenazah PDP ini memang sangat jauh berbeda dengan kasus kematian lainnya.

“Antara mayat korban kecelakaan atau terjangkit HIV/ AIDS jelas berbeda banget. Terutama dalam kewaspadaan saya saat di situ,” kata Wawan.

Pemulasara dilakukan Jumat (3/4/2020) menjelang dini hari.

Menurutnya, jasad PDP tidak dimandikan seperti pada umumnya.

Halaman
1234
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved