SPSI Kritisi DPR RI yang akan membahas Omnibus Law di Tengah Wabah Covid-19

Ketua Umum Pimpinan Pusat FSP TSK SPSI, Roy Jinto Ferianto, mengatakan sangat kecewa dan

Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Roy Jinto 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Umum Pimpinan Pusat FSP TSK SPSI, Roy Jinto Ferianto, mengatakan sangat kecewa dan menolak keras sikap Pemerintah RI dan DPR RI yang akan membahas Omnibus Law RUU Cipta Kerja di tengah kekhawatiran masyarakat atas penyebaran Covid-19.

Pekerja dan buruh pun, katanya, sedang bertaruh nyawa bekerja di tengah-tengah penyebaran Covid-19 yang semakin meluas. Tapi di sisi lain, katanua, DPR RI malah akan membahas Omnibus Law RUU Cipta Kerja.

"Padahal pemerintah menyerukan untuk social distancing dan physical distancing. Bahkan baru-baru ini mengeluarkan aturan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB)," kata Roy melalui ponsel, Kamis (2/4/2020).

Dalam pembukaan masa sidang kedua, katanya, DPR RI malah mengusulkan agar Omnibus Law RUU Cipta Kerja dibahas. Hal ini menurutnya membuktikan bahwa DPR RI tidak mempunyai rasa empati sedikitpun dan cenderung memanfaatkan situasi kondisi untuk meloloskan pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja.

"Pemerintah dan DPR RI seharusnya fokus pada penanganan penyebaran Covid-19, bukan mengambil kesempatan untuk membahas Omnibus Law dan berlindung di dalam kebijakan Darurat Sipil dan Maklumat Kapolri yang melarang adanya kegiatan perkumpulan yang melibatkan banyak orang," ujarnya.

Pasutri Bawa Sekeresek Duit ke Dealer Mau Beli Avanza, tapi Duit Rp 143 Juta Raib, Mobil Tak Didapat

Roy mengatakan Pimpinan Pusat FSP TSK SPSI sangat kecewa dengan sikap wakil-wakil rakyat dan pemerintah yang hanya mementingkan kepentingan investasi daripada kepentingan rakyat dan buruh.

"Pemerintah jangan lupa Pembukaan UUD 1945 di mana tujuan daripada Pemerintah adalah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh Tumpah Darah Indonesia dan untuk memajukan kesejateraan rakyat termasuk buruh di dalamnya," katanya.

Roy mengatakan FSP TSK SPSI pun menyatakan mendesak pemerintah dan DPR RI untuk fokus menangani Covid-19 dan memberikan kebutuhan pokok kepada masyarakat terdampak.

Positif Idap Covid-19, Warga Cianjur Ini Nekat Pulang, Lalu Dijemput Paksa Dinkes

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved