Video Vina Garut

Hakim Vonis VA Terdakwa Kasus Vina Garut Lebih Ringan dari Tuntutan JPU, Kajari Tanggapi Begini

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut menyatakan pikir-pikir atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Garut kepada terdakwa VA

Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Kepala Kejari Garut, Sugeng Hariadi (tengah) didampingi Kasipidum Kejari Garut, Dapot Dariarma (kanan) dan JPU usai sidang online putusan Vina Garut di Kantor Kejari Garut, Kamis (2/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut menyatakan pikir-pikir atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Garut kepada terdakwa VA dalam kasus 'Vina Garut'. Pasalnya vonis yang diberikan lebih ringan dua tahun dari tuntutan JPU.

Kepala Kejari Garut, Sugeng Hariadi, sangat menghormati keputusan majelis hakim. Apalagi kasus Vina Garut ini sudah sangat viral dan jadi perbincangan masyarakat.

"Kami menuntut lima tahun penjara potong masa tahanan. Putusannya tiga tahun. Tim JPU kami nyatakan pikir-pikir dan diberi waktu selama tujuh hari," ucap Sugeng didampingi Kasipidum Kejari Garut, Dapot Dariarma, dan JPU usai sidang online, Kamis (2/4/2020).

Sidang Putusan Kasus Vina Garut Digelar Secara Online, Sempat Terganggu Sinyal yang Tak Stabil

Selama masa pikir-pikir, Sugeng menyebut akan menggunakan kesempatan itu untuk berkonsultasi. Pihaknya akan mendiskusikan terlebih dulu. Namun kecenderungannya, jaksa juga akan menyatakan banding.

"Kalau mereka (pengacara VA) nyatakan banding, kami akan ikuti. Secara SOP kami seperti itu. Jadi kecenderungan banding. Ada beberapa yang menurut kami pertimbangan terhadap barang bukti ada yang kurang," katanya.

Terkait persidangan secara online, Sugeng mengaku tak ada kendala. Persidangan juga sudah disepakati dengan pengadilan dan rutan.

"Ada dasar hukumnya untuk sidang online. Ini juga upaya kami untuk cegah corona," ujarnya.

Nasib Buruk Pemeran Wanita Video Vina Garut, Ini Hukuman Akibat Video Panas Lawan 3 Pria Viral

Pegacara VA, Asri Vidya Dewi, langsung menyatakan banding setelah majelis hakim menjatuhkan hukuman tiga tahun kepada kliennya. Ia menyebut, ada banyak fakta persidangan yang tidak dipertimbangkan majelis hakim.

"Misal soal Vina pernah melapor ke Polres itu tidak dilihat. Juga tak dipertimbangkan relasi kuasa yang timpang," kata Asri.

Perkara tersebut terjadi saat VA masih berusia anak menuju ke dewasa. Hal tersebut tak dipertimbangkan majelis.

"Ini penting ke depan untuk permepuan berhadapan dengan hukum. Bukan head to head pengacara dan JPU. Namun untuk kepentingan hukum ke depannya," ucapnya.

Dua PDP di Garut Meninggal, Belum Dipastikan Positif Korona

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved