Rabu, 22 April 2026

Kota Tegal Terapkan Local Lockdown, Tutup Akses Keluar-Masuk Selama 3 Bulan

Kota Tegal menerapkan local lockdown menyusuk keputusan berani yang dibuat Wali Kota Dedy Yon Supriyono.

TRIBUN JATENG
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono. 

TRIBUNJABAR.ID, TEGAL- Kota Tegal menerapkan local lockdown menyusuk keputusan berani yang dibuat Wali Kota Dedy Yon Supriyono.

Dengan local lockdown itu, Kota Tegal  menutup akses keluar masuk selama tiga bulan ke depan. 

Kebijakan berani Dedy Yon Supriyono itu setelah muncul kasus pertama wargal yang terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19) di  Kota Tega pada Rabu (25/3/2020) lalu. 

"Warga harus bisa memahami kebijakan yang saya ambil. Kalau saya bisa memilih, lebih baik saya dibenci warga daripada maut menjemput mereka," kata Dedy Yon Supriyono saat konferensi pers terkait satu warganya yang positif corona, di Balai Kota Tegal, Rabu (25/3/2020) malam. 

Dedy mengatakan, pihaknya akan menutup akses masuk ke Kota Bahari itu dengan beton movable concrete barrier (MCB) mulai 30 Maret sampai 30 Juli 2020. 

Akses masuk tidak lagi ditutup menggunakan water barrier yang sudah diterapkan sebelumnya hanya di sejumlah titik. 

Kabar Terbaru Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana Setelah Dinyatakan Positif Corona

Opsi Lockdown karena Virus Corona Diusulkan DPRD, Ridwan Kamil Perlu Cermati

"Termasuk seluruh wilayah perbatasan akan kita tutup, tidak pakai water barrier namun MCB beton. Yang dibuka hanya jalan provinsi dan jalan nasional," kata Dedy Yon Supriyono

Menurut Dedy Yon Supriyono, alasan untuk melakukan penutupan akses yang ia sebut sebagai local lockdown penuh, adalah untuk mencegah penyebaran corona masuk ke Kota Tegal. 

Pasalnya, dengan sudah ditemukannya pasien positif corona, maka Kota Tegal sudah masuk zona merah darurat corona. 

"Keputusan ini dilematis, namun warga harus bisa memahami, karena ini untuk kebaikan kita semua," kata Dedy Yon Supriyono

Dedy mengaku kebijakan tersebut akan menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Khususnya masyarakat berpenghasilan rendah seperti pedagang yang terdampak penutupan jalan.

Opsi Lockdown Bodebek dan Bandung Perlu Dicermati Gubernur Jabar, DPRD Sudah Ajukan Usul

Hadapi Ancaman Covid-19, Pemkab Ciamis Siapkan Anggaran Rp 8 Miliar

Untuk mengatasi hal itu, Dedy menyatakan Pemkot Tegal melalui Dinas Sosial akan memberikan bantuan sosial khususnya bagi masyarakat kecil atau miskin. 

"Saya pribadi termasuk seluruh anggota legislatif agar bersama-sama dengan kesadaran untuk inisiatif secara pribadi membantu mengumpulkan dana," kata Dedy. 

Dedy mengatakan, selain menutup akses masuk ke dalam kota, juga menutup akses ke sejumlah titik keramaian seperti alun-alun, dan tempat keramaiannya lainnya. 

"Pemblokiran jalan, dan pemadaman lampu jalan protokol seluruh kota di malam hari akan diberlakukan misal di jam banyak masyarakat masih berkumpul," kata Dedy Yon Supriyono

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved