Rabu, 29 April 2026

Kisah Perjuangan Para Calon Haji: Menunggu Bertahun-tahun, Dana Haji Terjaga, Nilai Manfaat Terasa

Keterbatasan ekonomi bukan penghalang tunaikan ibadah haji. Niat dan tekad jadi bekal yang kuat bagi Halimah dan Ili yang akhirnya bisa berangkat.

Tayang: | Diperbarui:
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
JEMAAH HAJI - Halimah A Sujai (48) dan anak pertamanya Mutia Salsabila (22) calon jemaah haji asal Sukasirna, RT 07 RW 12, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung berfoto menunjukkan pakaian untuk ibadah haji.  

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Keterbatasan ekonomi bukan penghalang menjalankan ibadah haji. Niat dan tekad menjadi bekal yang kuat.

Tekad kuat inilah yang selalu diperjuangkan Halimah dan Ili, pejuang haji yang menyisihkan sebagian penghasilan dari jualan siomay dan es mung-mung demi menyempurnakan agama dengan bertolak haji.

Halimah A Sujai (48) tengah sibuk menata tumpukan perlengkapan haji di rumahnya, di Jalan Sukasirna, RT 07 RW 12, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Senin, 20 April 2026 siang.

Satu per satu, kebutuhan ibadah haji dimasukkan Halimah ke dalam koper, mulai dari pakaian, kerudung hingga batik berwarna biru muda, ditata rapi.

Tak lupa, berbagai dokumen juga disiapkan Halimah, menggunakan tas terpisah. 

“Kalau paspor sama kartu pengenal disimpan di tas berbeda, biar mudah ngambilnya,” ujar Halimah. 

Ibu empat anak ini dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci melalui Embarkasi Indramayu, dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Kertajati Majalengka. 

“Rabu (22 April) Insya Allah berangkat ke Asrama haji dulu. Saya masuknya gelombang pertama, kloter kedua,” katanya. 

Halimah harusnya berangkat ke Baitullah bersama Suaminya, A Sujai. Namun, sang suami meninggal dunia pada 2021, sehingga digantikan anak pertamanya, Mutia Salsabila (22). 

Baca juga: Cerita Sejumlah Peserta Saat Ikuti UTBK: Soal Menantang, Akui Pusing Saat Mengerjakan

Dari Gerobak Siomay ke Tanah Suci

Kebahagiaan terpancar dari wajah Halimah, saat menceritakan perjuangan mendapatkan tiket ke Arab Saudi bersama almarhum suaminya.

Halimah bersama almarhum suami sudah daftar sejak 13 Juni 2014, dengan modal tabungan hasil jualan siomay. 

"Alhamdulillah, waktu itu daftar langsung ke bank, dengan uang Rp50 juta untuk berdua sama suami,” ucapnya. 

Setelah mendaftar, Halimah dan suami rajin menyisihkan uang hasil usahanya selama bertahun-tahun. Bahkan, sang suami sampai rela berjualan bubur untuk menambah pemasukan. 

“Jadi, pagi-pagi jualan bubur dulu, siangnya jualan siomay,” katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved