Kekurangan APD, Penanganan Covid-19 di Kota Cirebon Terancam 'Lockdown'

Penanganan medis dalam menanggulangi wabah Covid-19 di Kota Cirebon terancam lockdown.

Kekurangan APD, Penanganan Covid-19 di Kota Cirebon Terancam 'Lockdown'
Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Kadinkes Kota Cirebon, Edi Sugiarto, saat ditemui di DPRD Kota Cirebon, Jl Siliwangi, Kota Cirebon, Rabu (21/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Penanganan medis dalam menanggulangi wabah Covid-19 di Kota Cirebon terancam lockdown.

Pasalnya, persediaan alat pelindung diri (APD) tenaga medis semakin menipis.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Edi Sugiarto, stok APD yang tersedia hanya mencukupi untuk kebutuhan selama dua pekan ke depan.

Dinkes Kota Cirebon Akui Jumlah ODP Covid-19 Bertambah Hampir 50 Persen Perhari

Ia memastikan persediaan APD di seluruh rumah sakit di Kota Udang semakin sedikit.

"Kalau dua minggu lagi enggak ada tambahan, dipastikan penanganannya 'lockdown'," kata Edi Sugiarto saat ditemui di Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Selasa (24/3/2020).

Ia mengatakan, berkurangnya stok APD dipicu bertambahnya jumlah PDP dan ODP di RSD Gunung Jati Kota Cirebon.

Mengingat RSD Gunung Jati telah ditetapkan sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama Covid-19 di Wilayah III Cirebon.

Selain itu, tidak adanya barang di sejumlah distributor juga mengakibatkan jajarannya tidak dapat melakukan restock.

Menurut dia, upaya pemenuhan APD dari Pemprov Jawa Barat juga tidak memuaskan, karena secara umum selutuh rumah sakit krisis APD.

"Kami meminta ke Pemprov Jabar, dan seminggu lalu menjemput ke sana ternyata hanya dapat lima buah," ujar Edi Sugiarto.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved