Siswi 15 Tahun Asal Tasik Ini Tak Tahu Pose dan Adegan Tanpa Busananya Direkam, Nyebar Setelah Putus

Siswi 15 tahun asal Tasikmalaya ini tak tahu pose dan adegan telanjangnya direkam. Menyebar setelah putus dengan pacarnya.

Tribun Jabar/Firman Suryaman
Korban W (berkerudung biru) didampingi Satgas KPAID Kabupaten Tasikmalaya, sedang melapor ke Polres Tasikmalaya Kota, Selasa (17/3/2020). 
TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Korban W (15), siswi sebuah MTs di Kabupaten Tasikmalaya, tak mengetahui adegan telanjang saat video call dengan E (24), mantan pacarnya, direkam dan belakangan menyebar di media sosial WA.
 
"Ananda W tidak tahu sama sekali pose dan adegan telanjang saat video call dengan E, mantan pacar mayanya itu direkam. Padahal perbuatan itu dilakukan sejak Agustus 2019 hingga mereka putus sebulan lalu," kata Ato, di Mapolres Tasikmalaya Kota, Kamis (19/3/2020) petang.
 
Menurut Ato, jika W mengetahui bahwa adegan itu direkam, ia bakal menolak.
"Dengan polosnya ia mau saja disuruh buka-bukaan saat video call. Padahal direkam sang pacar," ujarnya.
 
Belakangan foto dan video telanjang W beredar di media sosial WA di kalangan teman-teman korban.
Akibatnya W kini harus menanggung malu dan syok.
 
"Saat ini kami tengah menjalin kerja sama dengan pihak terkait untuk memulihkan kondisi psikis W. Terutama untuk menghadapi UN yang sebentar lagi akan dilaksanakan," kata Ato.
 
Seperti diketahui, peredaran pose telanjang W tersebut sudah dilaporkan oleh W yang didampingi ibu kandungnya dan sejumlah petuga Satgas KPAID Kabupaten Tasikmalaya ke Polres Tasikmalaya Kota, Selasa (17/3).
 
Awalnya terungkap bahwa W mau beradegan tak senonoh itu karena takut ancaman E jika menolak maka ibu kandungnya akan disantet.
 
Namun saat W dan sejumlah saksi dimintai keterangan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, Rabu (18/3), ternyata adegan telanjang itu dilakukan atas dasar suka sama suka.
 
"Dari hasil penyelidikan dengan memintai keterangan korban dan saksi-saksi, adegan telanjang itu dilakukan tanpa ada unsur paksaan. Tapi kami fokus ke materi utama yaitu penyebaran videonya sendiri," kata Kasatreskrim, AKP Dadang Soediantoro, saat itu. 
Penulis: Firman Suryaman
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved