Di KBB Ada 31 ODP dan 1 PDP Virus Corona, Bupati Sebut Sudah Antisipasi Sejak Lama

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat hingga saat ini terdapat 31 Orang dalam Pemantauan (ODP) dan 1 Pasien dalam Pengawasan (PDP)

Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Bupati Bandung Barat, Aa Umbara disela kegiatan Panggung IJTI Sangkuriang di Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Rabu (18/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat hingga saat ini terdapat 31 Orang dalam Pemantauan (ODP) dan 1 Pasien dalam Pengawasan (PDP) terkait virus Corona.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan KBB, sebanyak 31 ODP itu tersebar di 7 Kecamatan, dengan rinciannya, 3 di Batujajar, 9 di Cihampelas, 2 di Lembang, 8 di Ngamprah, 3 di Padalarang, 5 di Parongpong dan 1 di Cikalongwetan.

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara mengatakan, untuk mencegah penyebaran wabah virus corona ini, pihaknya telah melakukan berbagai upaya, mulai dari meliburkan sekolah, membatasi perkumpulan masa, hingga penutupan obyek wisata.

Antisipasi Virus Corona, DAM Cek Suhu Tubuh Karyawan Hingga Tamu

"Antisipasi penularan itu perlu dilakukan dan kita sudah melakukannya sejak lama sebetulnya," ujar Aa Umbara disela kegiatan Panggung IJTI Sangkuriang di Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Rabu (18/3/2020).

Sejak awal virus asal Kota Wuhan China ini muncul, pihaknya juga sudah membatasi kedatangan WNA yang bekerja di proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC)

"Saya instruksikan ke Disnaker, untuk memantau pekerja asing di KCIC. Kalau bisa tidak ada aktivitas dulu lah," ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan KBB, Hernawan Widjajanto, mengatakan, untuk di Bandung Barat hingga saat ini belum ada pasien yang dinyatakan positif, bahkan 1 orang Pasien dalam Pengawasan pun sudah dinyatakan sehat.

"Ada 36 yang ODP. 1 orang yang PDP dari Cikalong Wetan," ujar Hernawan ditempat yang sama.

Ia mengatakan, satu pasien PDP di Bandung Barat itu merupakan WN China yang bekerja di proyek Kereta Cepat, namun setelah menjalani sejumlah rangkaian perawatan, pasien tersebut dinyatakan negatif.

"Pasien dulu sempat dirujuk dari RSCK Padalarang ke RSHS Bandung. Tapi sekarang sudah dipulangkan," kata Hernawan.

Untuk yang statusnya ODP, kata dia, diharapkan untuk mentaati imbauan Pemerintah agar meminimalisir kontak dengan banyak orang dan selalu menjaga imunitas tubuh.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved