Kenali Gejala Virus Corona dari Hari ke Hari Saat Menginfeksi Tubuh, Begini Urutannya

Wabah virus corona menjadi fokus negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Indonesia termasuk negara yang sudah terinfeksi

Editor: Widia Lestari
Pixabay
Perbedaan Flu Biasa dan Gejala Virus Corona 

TRIBUNJABAR.ID - Wabah virus corona menjadi fokus negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Indonesia termasuk negara yang sudah terinfeksi virus corona.

Jumlah pasien positif virus corona semakin bertambah.

Namun, Anda tidak perlu panik melankan waspada.

Anda harus memahami gejala virus corona dan segera mengecek kesehatan bila merasa gejala serupa.

Mengutip Kompas.com, WHO mengatakan gejala penderita virus corona adalah batuk, sesak napas, hingga mengalami kesulitan bernapas.

Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.

Mereka yang meninggal biasanya memiliki penyakit bawaan yang parah sehingga menyebabkan kondisi menjadi sangat kritis.

Sebuah studi yang dilakukan terhadap sekitar 140 pasien di Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan, mengidentifikasi pola khas gejala terkait Covid-19.

Kumpulan orang terkenal di dunia yang terinfeksi virus corona.
Kumpulan orang terkenal di dunia yang terinfeksi virus corona. (Pixabay)

Sekitar 99 persen pasien mengalami demam dengan suhu tinggi, sedangkan lebih dari setengahnya mengalami batuk kering. Adapun sepertiganya mengalami nyeri otot dan kesulitan bernapas.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian Penyakit China menunjukkan, sekitar 80 persen kasus virus corona ringan.

Sementara itu, 15 persen pasien menderita kasus yang parah, dan 5 persen menjadi sakit kritis.

Berikut gejala virus corona dari hari pertama hingga hari ke-17.

Hari ke-1

Pasien mengalami demam. Tubuhnya mungkin juga mengalami semacam kelelahan, nyeri otot, dan batuk kering.

Ada pula yang mengalami diare atau mual satu atau dua hari sebelumnya.

 Rumah Sakit di Italia Terima Pasien Virus Corona Setiap 5 Menit

 Ribuan Buruh Demo di Gedung Sate, Sebut Omnibus Law Lebih Jahat Dibanding Virus Corona

Hari ke-5

Ada pasien yang mengalami kesulitan bernapas.

Kondisi ini biasanya terjadi pada mereka yang berusia lanjut atau memiliki riwayat penyakit lain sebelumnya.

Hari ke-7

Pada hari ke-7, menurut penelitian Universitas Wuhan, ini merupakan waktu rata-rata pasien masuk ke rumah sakit.

Hari ke-8

Pada pasien yang mengalami kondisi parah, sekitar 15 persen mengalami sindrom gangguan pernapasan akut.

Saat ini terjadi, cairan telah memenuhi paru-paru, dan sering kali berakibat fatal.

Hari ke-10

Ketika gejala memburuk, pasien akan dibawa ke ICU.

Biasanya, mereka mengalami gangguan pada bagian perut, dan kehilangan nafsu makan.

Pada rentang waktu ini, sebagian kecil meninggal, yakni 2 persen.

Hari ke-17

Setelah menjalani perawatan selama lebih kurang 2,5 minggu, pasien yang kondisinya membaik biasanya sembuh dan keluar dari rumah sakit.

Namun, ada pula penderita yang tidak menunjukkan gejala selama lima hari atau lebih.

Gejala awal pada sebagian orang tidak muncul tepat setelah mereka terinfeksi.

Ahli epidemi University of Texas, Lauren Ancel Meyers, mengatakan, gejala yang muncul akan terlihat seperti pneumonia atau paru-paru basah.

Kendati demikian ada perbedaan pneumonia dengan penyakit yang ditimbulkan virus corona.

Ahli radiologi Thomas Jefferson University, Paras Lakhani, mengatakan, keduanya dapat dibedakan dari caranya memburuk dari waktu ke waktu.

Pneumonia biasanya tidak berkembang dengan cepat.

Pasien yang menderita pneumonia di antaranya akan diobati dengan antibiotik dan pasien akan stabil hingga kemudian mulai membaik.

Namun, pasien positif virus corona kondisinya bisa semakin memburuk, bahkan setelah mereka menerima perawatan.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved