Cegah Covid-19, PB Paguyuban Pasundan Terapkan Belajar di Rumah 2 Pekan bagi TK-Perguruan Tinggi

Ketua PB Paguyuban Pasundan, Didi Turmudzi mengatakan, kebijakan meliburkan kegiatan akademis tersebut, sebagai tindaklanjut dari surat edaran

Tribun Jabar/Cipta Permana
(kiri ke kanan) Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Unpas, dr Alma Lucyati; Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Paguyuban Pasundan, Dr. Makbul Mansyur; Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan Prof.Dr.HM.Didi Turmudzi Msi; Rektor Unpas Prof.Dr.Ir H.Eddy Jusuf Sp.M.Si.,M.Kom; Dekan Fak Kedokteran Unpas, Prof.Dr.Dedi Rachmadai,dr.,Sp.A (K).,M.Kes; Ketua Yayasan Pendidikan Dasar Menengah (YPDM) Paguyuban Pasundan, Dr. T. Subarsyah SH., SSos., SPi., MM menggelar jumpa pers terkait penangan Covid-19 di lingkungan Paguyuban Pasundan, di Kantor PB Paguyuban Pasundan, Senin (16/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebagai upaya mengantisipasi penyebaran wabah virus corona atau Covid-19, perguruan Paguyuban Pasundan meliburkan seluruh layanan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah selama dua pekan, mulai 16-30 Maret 2020.

Kondisi itu membuat para siswa dari jenjang pendidikan sekolah dasar hingga perguruan tinggi pun dihimbau untuk melaksanakan kegiatan belajar secara daring dari rumah, maupun penyelenggaraan teleconfrence.

Ketua PB Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. HM. Didi Turmudzi MSi mengatakan, kebijakan meliburkan kegiatan akademis tersebut, sebagai tindaklanjut dari surat edaran yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Wali Kota Bandung, Oded M Danial, serta arahan Mendikbud, Nadiem Makarim beberapa waktu lalu.

Hasil Penelusuran Dinkes Kota Bandung, Pasien Positif Corona Tak Singgah ke Rumah, Langsung Dirujuk

Mengejutkan, Penelitian Ungkap Pasien yang Sembuh dari Virus Corona Alami Penurunan Fungsi Paru-paru

Menurutnya, Perguruan Pasundan terdiri dari 118 unit pelayanan pendidikan mulai jenjang TK, SD-SMA/SMK dengan jumlah peserta didik mencapai 42498 siswa. Serta empat unit perguruan tinggi yaitu, Universitas Pasundan, STKIP Pasundan Cimahi, STIE Pasundan, dan STH (Sekolah Tinggi Hukum) di Cianjur dengan jumlah mahasiswa lebih dari 20 ribu orang.

"Selain meliburkan KBM di sekolah maupun di kampus, dengan menggantinya dengan pembelajaran jarak jauh dari rumah. Tetapi juga kami memutuskan menunda sementara pelaksanaan ujian nasional dan ujian sekolah (UN dan US) untuk jejang SMA/SMK hingga adanya pengumuman lanjutan dari pemerintah," ujarnya dalam sesi jumpa pers di Kantor Paguyuban Pasundan. Senin (16/3/2020).

Prof Didi menuturkan, PB Paguyuban Pasundan sendiri sudah menerapkan beberapa langkah lain untuk pencegahan seputar virus corona. Salah satunya membentuk Satuan Tugas COVID-19. Tim ini salah satu tugasnya membuat buku acuan sebagai langkah dalam pencegahan virus corona.

Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan Prof.Dr.HM.Didi Turmudzi Msi menjelaskan terkait Command centre yang dimiliki PB. Paguyuban Pasundan sebagai salah satu media komunikasi dengan seluruh unit pelayanan pendidikan di Kantor PB. Paguyuban Pasundan, Senin (16/3/2020)
Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan Prof.Dr.HM.Didi Turmudzi Msi menjelaskan terkait Command centre yang dimiliki PB. Paguyuban Pasundan sebagai salah satu media komunikasi dengan seluruh unit pelayanan pendidikan di Kantor PB. Paguyuban Pasundan, Senin (16/3/2020) (Tribun Jabar/Cipta Permana)

“Kita sedang merampungkannya hari ini insya Allah selesai sebuah buku acuan dalam rangka mengantisipasi dan menangani corona untuk dua bulan sampai Juli nanti,” ucapnya.

Buku itu rencananya akan dicetak dan disebarkan ke seluruh elemen di PB Paguyuban Pasundan. Sehingga, masing-masing unit akan memiliki satu langkah yang sama.

PB Paguyuban Pasundan juga lanjutnya, melakukan langkah lain yaitu, membatasi kegiatan yang bersifat massal. Berbagai kunjungan ke luar negeri dan kunjungan ke tempat lain di Indonesia untuk sementara ditunda. Kunjungan ke PB Paguyuban Pasundan dan unit-unitnya juga ditangguhkan.

Monitoring dan pelacakan juga dilakukan terhadap keluarga besar Paguyuban Pasundan yang memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri. Dengan cara ini, langkah lanjutan bisa dilakukan untuk mencegah atau antisipasi menularkan penyakit.

Bahkan, menurutnya salah satu dosen Unpas yang sedang pergi ke Inggris untuk menerima penghargaan atas penelitiannya, saat pulang ke Indonesia diminta untuk tidak beraktivitas atau mengkarantina secara mandiri di rumah selama dua pekan.

"Kami pun meminta seluruh sivitas akademis untuk tidak bepergian ke luar kota atau luar negeri maupun, membatasi penerimaan kunjungan tamu. Selain itu, kami pun memiliki beberapa mahasiswa asing yang berasal dari Arab Saudi, Korea Selatan, Jepang, Tunisia, dan Madagaskar, mereka sudah enam bulan di sini dan kondisinya sehat, kami juga meminta mereka untuk tidak meninggalkan Bandung maupun pulang ke daerah asalnya," katanya.

Sesi jumpres tersebut, turut hadir pula oleh Dekan Fak Kedokteran Unpas, Prof.Dr.Dedi Rachmadai,dr.,Sp.A (K).,M.Kes, Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Unpas, dr. Alma Lucyati, Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) Paguyuban Pasundan, Dr. Makbul Mansyur, Rektor Unpas Prof.Dr.Ir H.Eddy Jusuf Sp.M.Si.,M.Kom, Ketua Yayasan Pendidikan Dasar Menengah (YPDM) Paguyuban Pasundan, Dr. T. Subarsyah SH., SSos., SPi., MM (cipta permana).

Penulis: Cipta Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved