Breaking News:

Tertutup Isu Virus Corona, DBD Sudah Renggut 15 Jiwa di Jawa Barat Selama Awal 2020

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Berli Hamdani mengatakan korban jiwa akibat DBD di Jawa Barat dari Januari hingga awal Maret sudah mencapai 15 orang

Tribun Jabar/Mumu Mujahidin
Pasien Demam Berdarah Dangue (DBD) di Rumah Sakit Daerah Umum (RSUD) Soreang Kabupaten Bandung tengah diperiksa kondisi tubuhnya oleh perawat, Jumat (25/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan isu mengenai demam berdarah dengue (DBD) di Jawa Barat terkesan tertutupi oleh isu kesehatan lainnya, yakni virus corona (Covid-19).

Emil, sapaan Ridwan Kamil, pun berharap masyarakat juga mewaspadai DBD, di samping Covid-19.

"Kami terus memberikan imbauan dan terus monitor, mudah-mudahan masyarakat lebih aware. Kadang-kadang berita ini kalah, padahal fatality-nya lebih (besar daripada Covid-19)," kata Emil di Gedung Sate, Selasa (10/3/2020).

Emil mengatakan dinas kesehatan di kabupaten dan kota pun sudah sigap menghadapi DBD dan penyakit lainnya yang biasa muncul pada musim hujan. Pemerintah pun sudah memberlakukan upaya pencegahan.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Berli Hamdani mengatakan korban jiwa akibat DBD di Jawa Barat dari Januari hingga awal Maret sudah mencapai 15 orang.

Jumlah tersebut memang mengalami penurunan jika dibandingkan dengan jangka waktu yang sama pada 2019.

Sibuk Antisipasi Virus Corona, Kasus DBD di Kota Tasikmalaya Malah Bertambah

Meski Dibayangi Virus Corona, Kenny Targetkan 40 Ribu Pengunjung di Asia Afrika Festival 2020

Jumlah korban jiwa pada 2019 mencapai 49 orang, yakni dalam waktu dua bulan di awal tahun. Pada Januari 2019 terdapat 26 orang dan Februari 2019 sebanyak 23 orang.

“Kalau 2020, ada 15 orang meninggal periode Januari sampai awal Maret 2020,” kata Berli.

Menurut Berli, kalau melihat jumlah kasus, jika dibandingkan dengan 2019, kasus yang terjadi di 2020 ini jauh lebih sedikit. Sesuai definisi operasional KLB, maka tahun 2020 ini sudah dinyatakan juga KLB.

"Karena sudah ada yang meninggal, biarpun misalkan yang meninggal hanya satu orang, apalagi ini sudah 15 orang," katanya.

Berli mengatakan jumlah kematian se-Indonesia pada periode Januari-Februari 2020 tercatat 78 orang. Jabar dengan 15 orang meninggal ada pada urutan pertama karena memang penduduknya juga terbanyak.

Upaya-upaya pengendalian dan pemberantasan KLB DBD, katanya, terus dilakukan.

Upaya ini akan berhasil kalau seluruh elemen masyarakat bersama-sama dengan pemerintah dengan leading sektor kesehatan melakukan GERMAS melalui PSN 3M PLUS, Program 1R1J sampai ke tataran rumah tangga, tata kelola sampah dan abatesasi tempat-tempat penampungan air. 

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved