Breaking News:

Di Tengah Wabah Virus Corona, Ribuan Pekerja Migran Asal Indramayu Masih Berada di China

Ribuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Indramayu hingga saat ini banyak tersebar di berbagai wilayah di China.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Theofilus Richard
AFP/HECTOR RETAMAL via Kompas.com
Seorang perempuan warga kota Wuhan, China, mengenakan masker untuk menghindari terinfeksi virus corona yang mematikan saat berbelanja di sebuah pasar di kota Wuhan, Minggu (26/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunCirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Ribuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Indramayu hingga saat ini banyak tersebar di berbagai wilayah di China.

China diketahui menjadi titik awal penyebaran virus corona penyebab penyakit Covid-19 yang sudah menewaskan hingga ribuan orang.

Hal tersebut disampaikan Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih, kepada TribunCirebon.com saat ditemui di sekretariat SBMI, Selasa (10/3/2020).

Harga Minyak Dunia Anjlok Gara-gara Perang Harga antara Rusia vs Arab

Juwarih mengatakan, sedikitnya ada 2.000 lebih PMI asal Kabupaten Indramayu yang tersebar di Beijing, Shanghai, maupun Wuhan.

"Di Beijing, di Wuhan saya sering komunikasi dengan PMI di sana," ujar dia.

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih, Selasa (10/3/2020).
Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih, Selasa (10/3/2020). (TribunCirebon.com/ Handhika Rahman)

Disampaikan Juwarih, para PMI itu merupakan para pekerja unprosedural atau ilegal yang dikirimkan ke China.

Hal ini yang membuat banyak dari para PMI sulit terdata oleh pemerintah terkait keberadaan mereka.

Para PMI itu pun disebut Juwarih enggan buka mulut lantaran status pekerja ilegal tersebut.

"Itu ada ribuan untuk PMI asal Indramayu saja," ujar dia.

Dalam hal ini dijelaskan Juwarih, para PMI sektor pembantu rumah tangga (PRT) yang dikirim ke China secara otomatis dapat dikategorikan sebagai PMI ilegal.

Perhimpunan Peternak Unggas Keluhkan Harga Pakan Ayam Mahal, Begini Katanya

Pasalnya, negara China bukanlah negara penempatan PMI dan Indonesia pun menutup akses rapat-rapat ke China untuk sektor PRT karena belum adanya MoU dengan negara tirai bambu tersebut.

Adapun para pekerja yang bekerja dengan status legal di sana biasanya merupakan pekerja profesional, seperti buruh pabrik atau pun Anak Buah Kapal (ABK).

Kendati demikian, jumlah pekerja legal itu sangat sedikit dan masih bisa terhitung.

"Saya tidak punya data pastinya pekerja yang legal di sana, tapi kalau ada pekerja Indonesia khususnya PRT di sana sudah otomatis ilegal," ucapnya.

Hanya Gara-gara Hilangkan Sandal Ibu, Siswi SMP Rekayasa Penculikan agar Dapat Perhatian

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved