Ribuan Santri Ponpes Darussalam dan Warga Gelar Doa Bersama, Mohon Perlindungan dari Ancaman Corona

Ribuan santri Ponpes Darussalam dan warga gelar doa bersama. Mohon perlindungan dari ancaman corona.

Ribuan Santri Ponpes Darussalam dan Warga Gelar Doa Bersama, Mohon Perlindungan dari Ancaman Corona
Tribun Jabar/Andri M Dani
Ribuan santri Ponpes Darussalam Ciamis dan warga hadir pada malam renungan di Gedung Nadwatul Ummah Ponpes Darussalam, Jumat (6/3/2020) malam lantunkan doa-doa memohon perlindungan dari bencana dan wabah penyakit. 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Ribuan santri Ponpes Darussalam dan warga seusai salat magrib, Jumat (6/3/2020) malam berkumpul di Gedung Nadwatul Ummah Darussalam.

Mereka mengikuti malam renungan, doa bersama, dan muhasabah.

Pada malam renungan yang dipimpin pengasuh Ponpes Darussalam Ciamis, KH Fadil Yani Ainulsyamsi yang akrab dipanggil Kang Icep tersebut, dilantunkan doa-doa, istigfar, ayat-ayat tentang perlindungan, hingga ayat-ayat tentang penjagaan dan obat.

Menurut Kang Icep lantunan doa yang dikumandangkan pada malam renungan tersebut untuk memohon pertolongan dan perlindungan dari Allah SWT atas segala bencana dan wabah yang terjadi di muka bumi, termasuk wabah virus corona.

“Tidak ada yang bisa mencegah semuanya itu, kecuali perlindungan Allah SWT,” ingat Kang Icep.

Dengan doa bersama, istigasah, dan muhasabah di malam renungan tersebut diharapkan menjadi jalan lebih mendekatkan diri dan mendapatkan pertolongan dari Allah.

Perlindungan tersebut, kata Kang Icep, tidak hanya dari wabah penyakit yang datang dari luar, tetapi juga terhindar dari penyakit yang ada dalam diri sendiri. Seperti kikir, rakus, sombong, dengki, dan takabur.

Kang Icep juga menganjurkan para santri dan warga untuk selalu berikhtiar dan jangan lupa melantunkan doa-doa tentang perlindungan hifdiz, tentang penjagaan dan obat hirzi wa syifa dalam berbagai kesempatan terutama seusai salat.

Menurut Ebeg Syaiful Rahman, salah seorang dewan guru Ponpes Darrussalam, malam renungan tersebut diikuti sekitar 1.500 santri dan santriwati berikut sekitar 200 orang dewan guru, pengasuh, pengurus, berikut warga sekitar pondok pesantren yang juga dikenal sebagai ranah nyiur melambai yang berada di Dusun Cidewa, Desa Dewasari, Cijeungjing, Ciamis, tersebut.

Hama Wereng Cokelat Mulai Serang Tanaman Padi Petani di Sukadana Ciamis

Ribuan Petugas Pertanian di Jawa Barat, Termasuk Ciamis, Sudah 3 Bulan Tak Terima Honor

Penulis: Andri M Dani
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved