Hama Wereng Cokelat Mulai Serang Tanaman Padi Petani di Sukadana Ciamis

Hama wereng cokelat mulai menyerang tanaman padi milik petani di Sukadana, Ciamis.

Penulis: Andri M Dani | Editor: taufik ismail
istimewa
Ilustrasi hama wereng cokelat. 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Memasuki musim hujan ini hama wereng batang cokelat (WBC atau lazim disebut wereng cokelat) mulai menyerang tanaman padi milik petani di Dusun/Desa Bunter, Kecamatan Sukadana, Ciamis.

Setidaknya hama wereng cokelat tersebut telah menyerang sekitar satu hektare sawah dan satu hektare lainnya terancam.

“Sawah yang kena serangan WBC di Dusun Bunter tersebut berisi tanaman padi usia 40 hari. Luas serangan mencapai 1 hektare dan 1 hektare lainnya terancam,” ujar Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Sukadana, Nana Kurnia kepada Tribun Jabar, Jumat (6/3/2020).

Padi yang terserang hama wereng cokelat tersebut katanya tanaman padi usia muda, yang masih fase perkembangbiakan. Agar serangan tidak meluas, tanaman padi seluas 1 hektare tersebut dilakukan upaya penyemprotan insektisida.

Diharapkan tanaman padi muda yang terserang WBC tersebut kembali berkembang biak, menumbuhkan anakan baru.

Musim hujan dengan tingkat kelembaban tinggi menurut Nana cukup potensi untuk berkembangbiaknya hama wereng cokelat.

“WBC menyerang tanaman padi di segala usia, terutama padi usia muda,” katanya.

Ketua Komisi Penyuluh Ciamis, Ir H Heri Dermawan mengatakan, dalam mengatasi serangan hama wereng cokelat tersebut petani jangan terlalu bergantung pada insektisida yang merupakan bahan anorganik.

“Sebaiknya juga gunakan musuh alami atau tanaman alami yang berpotensi kandungan zat pengusir hama  (insektisida alami). Seperti bunga matahari atau bunga kenikir (randa midang), yang ditanam di sepanjang pematang,” ujar Heri Dermawan.

Untuk mengusir atau menangkal serangan hama terhadap tanaman padi, bunga matahari atau bunga kenikir bisa ditanam di sepanjang pematang sawah dan kebun-kebun di sekitar areal persawahan.

Menurut Heri pihaknya akan membuat demplot percontahan pemanfaatan tanaman kenikir untuk menangkal serangan hama wereng dan hama lainnya. 

“Areal persawahan seluas 10 hektare akan dijadikan demplot pemanfaatan bunga kenikir dan burung hantu (bueuk) untuk menangkal serangan hama tanaman padi,” katanya.

Bunga kenikir atau masyarakat Sunda menyebutnya randa midang pucuknya sering dijadikan lalap.

Aroma bunganya yang khas bisa mengusir serangan hama.

Sementara burung hantu merupakan pemangsa tikus, salah satu jenis hama yang sering menyerang padi dan berbagai tanaman petani.

Tak hanya bermanfaat untuk menangkal serangan hama wereng, menanam bunga kenikir di sepanjang pematang juga akan menambah keindahan dan dapat menjadi daya tarik untuk berselfi ria.

Ribuan Petugas Pertanian di Jawa Barat, Termasuk Ciamis, Sudah 3 Bulan Tak Terima Honor

Tebing di Sisi Jalan Ciamis - Cirebon Longsor, 5 Rumah Terancam Ambles

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved