Ribuan Petugas Pertanian di Jawa Barat, Termasuk Ciamis, Sudah 3 Bulan Tak Terima Honor

Dari ribuan PPL yang belum terima honor itu, 67 orang yang bertugas di Ciamis. Selebihnya bertugas di 26 kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat.

Ribuan Petugas Pertanian di Jawa Barat, Termasuk Ciamis, Sudah 3 Bulan Tak Terima Honor
Pixabay
ilustrasi uang. Sebanyak 1.007 petugas pertanian lapangan (PPL) yang berstatus tenaga harian lepas (THL) yang dibiayai Pemprov Jawa Barat sudah tidak bulan ini belum menerima honor. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar,  Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS- Sebanyak 1.007 petugas pertanian lapangan (PPL) yang berstatus tenaga harian lepas (THL) yang dibiayai Pemprov Jawa Barat sudah tidak bulan ini belum menerima honor.

Dari ribuan PPL itu, 67 orang yang bertugas di Ciamis. Selebihnya bertugas di 26 kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat.

“Di Ciamis ada 67 PPL THL sedangkan di Jabar totalnya 1.007 orang. Semuanya sejak Januari sampai Maret ini belum menerima honor bulanan,” ujar Ketua Komisi Penyuluh Ciamis, Ir H Heri Dermawan kepada Tribun, Jumat (6/3/2020).

Biasanya para tenaga PPL THL yang dibiayai Pemprov Jabar tersebut rutin menerima honor setiap bulan tapi tahun ini sudah tiga bulan telat termasuk untuk Maret ini.

Besar honor PPL THL Pemprov Jabar itu, ucap Heri, sebesar Rp 3.200.000/bulan untuk lulusan SMA, Rp 3.300.000/bulan untuk lulusan D-3 dan Rp 3.400.000/bulan untuk lulusan S-1.

Honor  tenaga PPL THL yang dibiayai Pemprov Jabar tersebut jauh lebih besar dibanding tenaga PPL THL yang dibiayai APBN (Kementan).

Diisukan Kena Virus Corona, Warga NTT Ini Laporkan Sebuah Akun Facebook ke Polisi

3 dari 9 WNI Kru Kapal Diamond Princess Sembuh, Satu Sudah Pulang Duluan, 2 Lainnya Pulang Besok

Secara rinci Heri menyebutkan honor PPL THL yang biayai APBN (Kementan) sebesar Rp 1.200.000/bulan untuk lulusan SPMA, Rp 1.500.000/bulan untuk lulusan D-3 dan Rp 2.000.000/bulan untuk lulusan S-1.

Di Ciamis ada 37 PPL yang berstatus THL yang dibiayai APBN (Kementan).

“PPL THL yang dibiayai APBN ini honornya tidak telat, rutin diterima tiap bulan, termasuk yang tahun 2020. Sementara PPL THL yang dibiayai Pemprov Jabar telat, sudah tiga bulan. Tanggung jawab dan beban kerjanya sama. Tiap PPL baik yang berstatus PNS maupun THL wilayah kerjanya rata-rata dua desa/orang,” katanya.

Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sukadana, Nana Kurnia menyebutkan dari 4 petugas PPL yang bertugas di Kecamatan Sukadana.

Hanya seorang yang berstatus PNS, tiga lainnya merupakan PPL THL yang dibiayai Pemprov Jabar.

“Ketiga PPL THL tersebut sampai bulan Maret ini belum menerima honor. Sudah 3 bulan honornya telat,” ujar Nana.

Telatnya honor PPL THL tersebut, menurut Nana, cukup mengganggu kinerja. Sampai ada yang tidak punya uang untuk beli bensin guna operasional harian pelaksanaan tugas rutin, keliling desa, bertemu petani dan sebagainya.

Penulis: Andri M Dani
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved