WNI Positif Terkena Virus Corona

Jabar Siaga Satu Virus Corona, IDI Bentuk Satgasus Siap Berkoordinasi dengan Instansi Terkait

Tindak lanjut penetapan status siaga satu virus corona di Jabar, Ikatan Dokter Indonesia ( IDI) Jabar telah membentuk satuan tugas khusus (Satgasus)

Penulis: Cipta Permana | Editor: Dedy Herdiana
Pixabay
ilustrasi virus corona 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tindak lanjut penetapan status siaga satu virus corona di Provinsi Jawa Barat, Ikatan Dokter Indonesia ( IDI) Jawa Barat telah membentuk satuan tugas khusus ( Satgasus) penanganan penyebaran virus corona.

Tim yang di ketuai dan beranggotakan segenap dokter yang ahli di bidangnya tersebut, akan memiliki tugas dan fungsi berkordinasi dengan instansi fasilitas kesehatan terkait, terutama Dinas Kesehatan dan Pemerintahan Provinsi Jawa Barat.

Ketua IDI Jabar, Eka Mulyana mengatakan, selain itu, tim satgasus corona IDI Jabar pun akan turut berkoordinasi dengan tim satgasus IDI serta Dinas Kesehatan dan Pemerintah daerah di 25 kabupaten/kota lainnya di Provinsi Jawa Barat guna mengetahui pekembangan kondisi dan antisipasi yang dilakukan setiap wilayah menghadapi situasi ini.

Heboh di Grup WA, Ada Pasien Terkena Virus Corona di RSUD Kota Bandung Ujungberung, Ternyata Hoaks

"Tim satgasus corona ini akan melakukan langkah-langkah penanganan secara terukur ketika terdapat masyarakat yang dianggap atau teridentifikasi terpapar virus corona, bahkan bagi mereka yang positif terinfeksi virus corona. Hari ini kami pun akan menggelar rapat dengan Pak Gubernur Jawa Barat untuk membahas status siaga satu dan menentukan langkah lebih jelas kedepannya," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon. Selasa (3/3/2020).

Disinggung kesiapan jumlah tenaga medis serta fasilitas yang ada di sejumlah fasilitas kesehatan di Jabar, dalam menangani atau mengantisipasi penyebaran virus corona saat ini, Eka menuturkan, sesuai dengan surat keputusan Kemenkes, bahwa secara nasional, setiap daerah telah diwajibkan untuk menyediakan beberapa rumah sakit rujukan. Khusus di Jawa Barat, lanjutnya, minimal terdapat tujuh rumah sakit rujukan yang tersebar di beberapa kabupaten/kota di Jabar.

Ketujuh rumah sakit rujukan ini, lanjutnya diyakini telah memiliki kesiapan dari segi sarana fasilitas kesehatan dan tenaga paramedis spesialis yang dimilikinya, biasanya tim paramedis ini diketuai oleh dokter spesialis penyakit dalam, khususnya spesialis paru. Hal ini dikarenakan dokter spesialis paru merupakan kompetensi yang dinilai paling tepat untuk menangani masalah yang terjadi dari infeksi virus corona.

Ini Tanggapan dan Solusi PHRI Jabar Dalam Menggenjot Pariwisata di Tengah Serangan Virus Corona

"Selain ketersediaan rumah sakit rujukan, kami di bawah Dinas Kesehatan Jabar pun terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait upaya pencegahan dan bahaya virus corona ini. Apalagi dengan penetapan status siaga satu ini, kami (tim satgasus) akan terus berupaya untuk menekan tingkat penyebarannya di masyarakat, terutama mewaspadai di pusat-pusat lokasi keramaian" ucapnya.

Eka menambahkan, selain upaya pencegahan penularan secara ekternal, tetapi juga pihaknya mengajak masyarakat melakukan pencegahan secara internal melalui, mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

"Masyarakat harus bisa menjaga kekebalan tubuh dan meningkatkan kesehatan dengan memakan makanan bergizi dan bervitamin, sehingga badan tetap bugar. Karena yang namanya virus itu intinya menyerang tubuh yang kondisi badannya turun. Kalau kita fit, virus tidak akan menyerang kita. Senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air bersih serta menerapkan etika batuk atau bersin dengan menutup mulut juga hidung menggunakan bahu atau tangan bagian dalam," katanya. (Cipta Permana).

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved