Sabtu, 18 April 2026

Akibat Kurang Perhatian dan Ekonomi Keluarga Sulit, 3 Bocah Ini Makan Sabun, Sempat Alami Sakit

N (11), Y (9), dan A (4) terbiasa memakan sabun lantaran berada dalam kondisi ekonomi sulit dan kurangnya perhatian dari keluarga dan orang tua.

Editor: Yongky Yulius
Kompas.com/Oryza Pasaribu
N (11), Y (9), dan A (4) terbiasa memakan sabun lantaran berada dalam kondisi ekonomi sulit dan kurangnya perhatian dari keluarga dan orang tua. 

TRIBUNJABAR.ID - Nasib dari tiga bocah bersaudara di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara ini begitu miris.

N (11), Y (9), dan A (4) terbiasa memakan sabun lantaran berada dalam kondisi ekonomi sulit dan kurangnya perhatian dari keluarga dan orang tua.

Kedua orangtua mereka, Rosul Lubis (48) dan Ratima Siregar (45) sudah berpisah sejak tiga tahun lalu.

Setelah itu mereka hidup bersama ayah dan neneknya di Desa Muaratais II, Kecamatan Angkola Muaratais, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Kondisi si bungsu bahkan miris, ia kurus seperti anak kekurangan gizi.

Suryani Batubara (75), nenek dari ketiga bocah tersebut menceritakan awal mula ketiga bocah itu makan sabun.

Ternyata, yang awalnya memakan sabun adalah N.

N yang sudah sering makan sabun sejak usia satu tahun lalu mengajarkan hal itu kepada adiknya.

Sudah Kebelet, Anam Akhirnya Buang Air Besar di Sungai, Nahas Bocah Jember Itu Hanyut dan Tenggelam

"Memang begitu, sudah sering sekali. Padahal kalau makan saya kasih, tapi tetap saja dia mencari sabun dan memakannya," ujar Suryani, saat ditemui di kediamnnya, Selasa (25/2/2020), dikutip TribunJabar.id dari Kompas.com (2/3/2020).

Akibat mengkonsumsi sabun, A bahkan sempat sakit sampai dibawa ke puskesmas.

Dari situlah diketahui bocah-bocah malang itu memakan sesuuatu yang tak lazim tersebut.

"Memang kakaknya yang paling besar sejak usia satu tahun sudah sering makan sabun. Sabun jenis apa saja, dan itu memang sudah bawaannya," kata Nurkholila, adik perempuan ayah ketiga bocah itu.

Lebih lanjut dia mengatakan, N biasanya membawa kedua adiknya mencari sabun di belakang rumah-rumah warga sekitar.

Ilustrasi bocah yang butuh pertolongan.
Ilustrasi bocah yang butuh pertolongan. (DOKUMENTASI TRIBUN MANADO)

Sabun yang dimakan memang tidak dalam jumlah banyak.

Kendati demikian, kegiatan itu setiap hari dilakukan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved