BPBD Kabupaten Cirebon Pantau 23 Kecamatan yang Rawan Banjir dan Longsor

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon terus memantau sejumlah kecamatan

BPBD Kabupaten Cirebon Pantau 23 Kecamatan yang Rawan Banjir dan Longsor
tribunjabar/ahmad imam baehaqi
Jajaran Polresta Cirebon dan BPBD Kabupaten Cirebon saat meninjau wilayah yang terendam banjir di Desa Babakanlosari, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, Senin (17/2/2020 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon terus memantau sejumlah kecamatan yang dinilai rawan bencana.

Pemantauan itu untuk mengantisipasi terjadinya bencana saat musim hujan seperti sekarang.

Menurut Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Cirebon, Eman Sulaeman, sebanyak 23 dari total 40 kecamatan di Kabupaten Cirebon yang dianggap rawan bencana.

"23 kecamatan itu rawan bencana banjir dan longsor," kata Eman Sulaeman saat ditemui di BPBD Kabupaten Cirebon, Jl Sunan Kalijaga, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin (2/3/2020).

Ia mengatakan, seluruh kecamatan tersebut menjadi langganan banjir dan longsor setiap tahunnya.

Adapun kecamatan-kecamatan yang rawan bencana itu tersebar dari mulai wilayah timur, tengah, hingga barat Kabupaten Cirebon.

Selain Jalan Garut-Pameungpeuk, Longsor Juga Tutup Jalan di Kecamatan Talegong Garut

Misalnya, kecamatan di wilayah timur yang rawan banjir ialah Ciledug, Pabedilan, Pasaleman, Gebang, Losari, Waled, Mundu, Lemahabang, Astanajapura, dan Pangenan.

Sementara kecamatan rawan banjir di wilayah tengah di antaranya, Gunungjati, Kedawung, Plumbon, Plered, Tengah Tani, Suranenggala, dan Kapetakan.

"Untuk wilayah barat yakni Klangenan, Panguragan, Susukan, Gegesik, Ciwaringin, dan Jamblang," ujar Eman Sulaeman.

Pihaknya juga mencatat ada beberapa daerah di Kabupaten Cirebon yang rawan longsor dan gerakan tanah.

Cegah Wabah Virus Corona, Harus Rajin Cuci Tangan Secara Benar

Yakni, Kecamatan Dukupuntang, Sumber, Gempol, Sedong, Greged, Ciwaringin, dan Beber.

"Semuanya masih kami monitor, dan kami juga sudah siapkan dari antisipasinya hingga penanggulangannya nanti," kata Eman Sulaeman.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved