Kadispora Garut Sudah Lama Jadi Tersangka, Kasus SOR Ciateul Masih Gelap

Selain kasus dugaan korupsi pengadaan sapi potong, Garut Governance Watch (GGW) mempertanyakan penanganan kasus pembangunan Sarana Olahraga Ciateul

Kadispora Garut Sudah Lama Jadi Tersangka, Kasus SOR Ciateul Masih Gelap
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Sejumlah kendaraan terparkir di depan Sport Hall di kawasan Sarana Olahraga (SOR) Ciateul, Jalan Merdeka, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Minggu (18/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Selain kasus dugaan korupsi pengadaan sapi potong, Garut Governance Watch (GGW) mempertanyakan penanganan kasus pembangunan Sarana Olahraga (SOR) Ciateul.

Sejak tahun lalu, Polres Garut telah menetapkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Garut, Kuswendi, sebagai tersangka.

Namun hingga kini, penanganan kasus itu seperti jalan di tempat.

"Sangat gelap soal kasus ini. Sejak Kuswendi berstatus tersangka, tidak ada perkembangan kasusnya. Polres seakan tidak mau memberi tahu kalau sedang menangani kasus ini," ujar Agus di Sekretariat GGW, Jalan Gordah, Tarogong Kidul, Sabtu (29/2/2020).

2 Kasus Korupsi di Kepolisian Macet, Garut Governance Watch: Kasusnya Dilanjut atau Dihentikan?

Ia hanya mendapat informasi jika kasus tersebut sudah masuk tahap satu ke Kejaksaan Negeri.

Berkas tahap satu itu, diberikan Polres Garut sekitar bulan November 2019 ke bagian pidana khusus Kejari Garut.

"Kami enggak tahu kasus ini spesifiknya soal apa. Apakah dari gagal bangun, anggaran yang dikorupsi, atau keteledoran dinas. Sama sekali tidak ada informasi. Akhirnya malah jadi pertanyaan masyarakat luas," katanya.

Satgas Saber Pungli Jabar OTT Tiga Orang di Garut, Lakukan Pungli Terhadap Sopir Elf Bandung-Garut

Sebagai aparat penegak hukum, polisi harusnya bisa memberi informasi terkait penanganan kasus korupsi.

Jangan terkesan tertutup karena akan jadi pertanyaan besar bagi publik.

"Selama ini memang tidak pernah ada tanggapan dari polisi soal kasus korupsi ini. Padahal kerugiannya besar korupsi itu. Minimal mereka bisa memberi informasi, kesalahan yang dibuat Kuswendi hingga menjadi tersangka karena apa, serta siapa saja yang terlibat," ucapnya.

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved