Mayat ABG di Gorong Gorong

Terungkap, Mengapa Ayah Kandung Tega Bunuh Delis, ABG yang Ditemukan Tewas di Gorong-gorong

Hari Jumat (24/1/2020), Wati yang didampingi tokoh warga melaporkan hilangnya Delis ke Polsek Mangkubumi.

Tribun Jabar/Firman Suryaman
Budi Rahmat (45) saat ditemui di rumah kontrakannya di Kecamatan Tawang, Selasa (11/2/2020) sore. Anaknya, Delis Sulistina, ditemukan tak bernyawa di dalam gorong-gorong depan SMP Negeri 6 Kota Tasikmalaya, Senin (27/1/2020). 

Bahkan ada warga yang menabur bunga di lokasi gorong-gorong.

 Pilkada Cianjur 2020, Nasdem Akhirnya Merapat ke Herman Suherman

Hasil Autopsi Sudah Keluar

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Anom Karibianto, menyebut sudah mendapat hasil autopsi jasad Delis Sulistina (13) alias Desi, siswi SMP Negeri 6 Kota Tasikmalaya, yang ditemukan tewas di gorong-gorong.

"Iya memang hasil autopsi sudah kami terima. Tapi itu bukan konsumsi publik. Itu untuk memperkuat dan memastikan hasil penyelidikan yang kami lakukan," ujar Anom, di Mapolres, Rabu (26/2).

Kapolres mengatakan, dari hasil autopsi terhadap jasad Delis, sesuai dengan hasil pemeriksaan terhadap sembilan saksi serta identifikasi lokasi ditemukannya jasad Delis, yaitu di dalam gorong-gorong depan sekolah.

 Polisi Sudah Kantongi Tersangka Pembunuhan Siswi SMPN 6 Kota Tasikmalaya, Mayat di Gorong-gorong

"Hasilnya mengarah kepada adanya sosok tersangka. Nanti akan kami ungkap dalam waktu dekat," kata Anom.

Autopsi jasad Delis sendiri dilakukan di Kamar Mayat RSU dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, Selasa (28/1/2020), atau sehari setelah jasad Delis ditemukan, Senin (27/1/2020) sore.

Delis hilang sejak Kamis (23/1/2020) sore. Sepulang sekolah ia masih terlihat bersama teman-temannya.

Namun setelah keluar sekolah, keberadaannya tak diketahui lagi.

Menurut Wati Candrawati (46), ibu kandung Delis, putri sulungnya itu seperti biasa Kamis pagi berangkat sekolah mengenakan seragam pramuka.

Namun sejak saat itu Delis tidak pulang ke rumah, hingga akhirnya ditemukan telah jadi mayat di dalam gorong-gorong, Senin (27/1/2020) sore.

Wati sempat menyatakan kecurigaannya bahwa Delis meninggal akibat tindak kejahatan.

"Masa anak saya bisa masuk ke dalam gorong-gorong yang sempit. Itu pasti sengaja dimasukkan," ujarnya saat itu.

Karena itu Wati meminta polisi segera mengungkap penyebab kematian Delis.

"Saya minta polisi segera mengungkap penyebab kematian Delis, dan kalau benar karena kejahatan, saya minta pelakunya dihukum seberat-beratnya. Kalau perlu dihukum mati," katanya, seusai pemakaman jasad Delis, Rabu (29/1/2020).

 Kematian Delis yang Jasadnya Ditemukan di Gorong-gorong Masih Misteri, Hasil Autopsi Belum Keluar

Pengakuan Budi Rahmat Ayah Delis

emana saja ayah kandung Delis Sulistina (13) alias Desi, ABG yang ditemukan tewas di gorong-gorong depan sekolahnya.

Sejak Delis ditemukan tak bernyawa di dalam gorong-gorong depan sekolahnya, SMP Negeri 6 Kota Tasikmalaya, Senin(27/1/2020), sang ayah tak pernah muncul.

Ternyata ayah korban, Budi Rahmat (45), sehat-sehat saja.

Hanya saja ia mengaku syok atas kematian Delis dan berupaya untuk tidak muncul di publik.

Budi sendiri telah lama bercerai dengan Wati Candrawati (46), ibu kandung Desi, dan menikah lagi dengan perempuan lain.

"Hingga saat ini saya masih syok atas kematian Desi. Saya juga masih merasa gugup setelah diperiksa polisi sampai subuh saat Desi ditemukan dalam gorong-gorong," kata Budi, saat ditemui di rumah kontrakannya di Kecamatan Tawang, Selasa (11/2/2020) sore.

Jasad Desi ditemukan dalam gorong-gorong setelah dinyatakan hilang sejak berangkat sekolah, Kamis (23/1/2020).

Ibu korban melaporkan kehilangan Desi ke polisi, Jumat (24/1), dan polisi pun bergerak melakukan penyelidikan.

Diluar dugaan tubuh Desi ditemukan tak bernyawa dalam gorong-gorong depan sekolahnya, Senin (27/1).

Awalnya seorang warga mencium bau tak sedap dari dalam gorong-gorong.

Saat ditengok ternyata ada tubuh manusia.

Budi mengungkapkan, saat diberitahu bahwa Desi ditemukan tewas dalam gorong-gorong, ia langsung menuju lokasi sekolah.

Ia pun turut mengantar jenazah ke Kamar Mayat RSU dr Soekardjo.

"Terakhir bertemu dengan Desi, ia datang ke tempat kerja saya di sebuah rumah makan di Jalan BKR.

Setelah itu saya tidak bertemu lagi, sampai akhirnya Desi ditemukan meninggal dalam gorong-gorong," ujar Budi.

Terkait pengakuannya bahwa Desi ada di rumahnya, ketika didatangi pihak sekolah, Jumat (24/1), menurut Budi, dirinya saat itu sedang kambuh penyakitnya sehingga menjawab sekenanya agar tamu dari sekolah itu segera pulang.

"Ada memiliki kelainan di dalam otak sejak lahir, karena sewaktu ibu saya hamil suka minum obat-obatan. Itu pengakuan ibu saya sendiri," kata Budi.

Sama seperti Wati, Budi pun ingin kepastian penyebab kematian Desi segera terungkap.

"Kalau ternyata korban kejahatan, saya minta pelakunya dihukum berat," ujarnya.

Minggu Lalu Ayah Delis Diperiksa Polisi

Sembilan saksi dimintai keterangannya oleh polisi terkait kematian Delis Sulistina (13) alias Desi, siswi SMP Negeri 6 Kota Tasikmalaya, yang jasadnya ditemukan dalam gorong-gorong depan sekolah, Senin (27/1/2020) sore.

Dari sembilan saksi, keluarga korban juga ikut dimintai keterangan, termasuk ayah korban.

"Iya benar, termasuk ayah kandung korban," kata Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Dadang Soediantoro, Kamis (6/2/2020).

 Menteri Agama Luruskan Kabar Akan Pulangkan WNI Petempur ISIS, Ini Pernyataan Dia Selengkapnya

Ibu kandung korban, Wati Candrawati (46), mengungkapkan, sejak jasad Delis ditemukan, ia tak pernah bertemu mantan suaminya itu.

Mereka memang telah bercerai lebih dari lima tahun lalu.

Namun saat Delis dinyatakan hilang sejak Kamis (23/1/2020), dirinya menemui mantan suaminya itu Jumat (24/1/2020).

"Saya sengaja datang karena dia bilang ke guru yang mendatanginya bahwa Delis ada sama dia. Tapi ternyata tidak ada," kata Wati.

Kemudian bertemu lagi saat di RSU dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, Senin (27/1/2020) sore.

"Terakhir melihat dia saat jenazah Delis dibawa ke kamar mayat rumah sakit, Senin (27/1) sore. Sejak itu tak pernah melihat lagi. Ketika kami menggelar tahlilan, dia juga tidak datang," ujarnya.

Tadinya, lanjut Wati, dirinya berharap ayah kandung Desi bisa hadir dan memberikan sumbangan untuk pelaksanaan tahlil.

Tapi nyatanya sampai hari ke tujuh tahlinan, dia tak memperlihatkan batang hidungnya lagi.

Menurut Wati, mantan suaminya sudah menikah lagi dan bekerja di sebuah rumah makan di Jalan BKR.

"Dia sudah menikah lagi dan setiap bulan memberi uang untuk ank-anaknya Rp 100 ribu," ujarnya.

Namun Wati tak mempersoalkan besaran uang itu karena dia pun maklum terhadap kondisi perekonomian suaminya.

 Siswi SMP di Tasik Ditemukan Tewas di Gorong-gorong, Orang Tua Yakin Kematian Tak Wajar

 Kabar Terkini Kasus ABG Ditemukan Tewas di Gorong-gorong Depan Sekolah, Ini Upaya Sekolah

Yakin Desi Sulistina Dibunuh

Hasil autopsi untuk menentukan penyebab kematian Delis Sulistina (13) alias Desi, tinggal menghitung hari. Ibu kandung Delis, Wati Candrawati (46), tetap yakin kematian putri sulungnya itu tak wajar.

Desi ditemukan tak bernyawa di dalam gorong-gorong depan sekolahnya, SMP Negeri 6 Jalan Cilembang Kota Tasikmalaya, Senin (27/1/2020).

Keesokan harinya, Selasa (28/1/2020), jasad Delis diautopsi.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Anom Karibianto, menyatakan, hasil autopsi baru bisa diketahui minimal dua minggu.

"Nanti dari hasil autopsi akan diketahui penyebab kematian korban, apakah karena tindak kejahatan atau meninggal secara wajar," katanya saat itu.

 Pembunuh Sadis dari Cianjur Ini Mengaku Resah Selama 4 Tahun Melarikan Diri, Dibayangi Hantu Korban

Jika tak meleset, hasil autopsi akan diketahui Selasa (11/2/2020) atau sekitar lima hari lagi.

"Saya ingin segera mengetahui hasilnya. Tapi saya tetap yakin bahwa kematian Delis tidak wajar. Bagaimana bisa ia masuk ke dalam gorong-gorong yang begitu kecil," ujarnya, Kamis (6/2/2020).

Wati mengaku hatinya merasa sakit pasca kematian Desi.

"Hati ini tambah sakit. Mudah-mudahan hasil autopsi tang tinggal lima hari ini bisa meringankan kesedihan saya," katanya.

Ia menyebutkan, setiap akan beli sesuatu ke warung atau membereskan rumah, pasti ingat Desi. Karena kedua pekerjaan itu selalu dikerjakan Desi.

"Setiap mau beres-beres rumah atau pergi ke warung, saya selalu sedih. Ingat Desi. Karena dia lah yang biasa mengerjakannya," ujar Wati.

Namun begitu, ia berupaya tetap tegar. Termasuk mencari nafkah dengan membuat lontong dan dijual di Pasar Induk Cikurubuk. Karena hanya itulah usahanya untuk menghidupi keluarganya.

 Di Lapas Perempuan Bandung, Lesbian Punya Pasangan, Kalau di Rutan Sedikit, Penghuni Jadi Korban

 Siswinya Ditemukan Tewas di Gorong-gorong, SMPN 6 Tasikmalaya Intensifkan Komunikasi Ortu & Guru

 

 

Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved