Mayat ABG di Gorong Gorong

Siswi SMP di Tasik Ditemukan Tewas di Gorong-gorong, Orang Tua Yakin Kematian Tak Wajar

Hasil autopsi untuk menentukan penyebab kematian Delis Sulistina (13) alias Desi, tinggal menghitung hari. Ibu kandung Delis, Wati Candrawati (46), te

Siswi SMP di Tasik Ditemukan Tewas di Gorong-gorong, Orang Tua Yakin Kematian Tak Wajar
KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA
Satreskrim Polres Tasikmalaya terus menyelidiki pengungkapan kasus misteri kematian siswi SMP di gorong-gorong sekolahnya, Jumat (31/1/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Hasil autopsi untuk menentukan penyebab kematian Delis Sulistina (13) alias Desi, tinggal menghitung hari. Ibu kandung Delis, Wati Candrawati (46), tetap yakin kematian putri sulungnya itu tak wajar.

Desi ditemukan tak bernyawa di dalam gorong-gorong depan sekolahnya, SMP Negeri 6 Jalan Cilembang Kota Tasikmalaya, Senin (27/1/2020).

Keesokan harinya, Selasa (28/1/2020), jasad Delis diautopsi.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Anom Karibianto, menyatakan, hasil autopsi baru bisa diketahui minimal dua minggu.

"Nanti dari hasil autopsi akan diketahui penyebab kematian korban, apakah karena tindak kejahatan atau meninggal secara wajar," katanya saat itu.

Pembunuh Sadis dari Cianjur Ini Mengaku Resah Selama 4 Tahun Melarikan Diri, Dibayangi Hantu Korban

Jika tak meleset, hasil autopsi akan diketahui Selasa (11/2/2020) atau sekitar lima hari lagi.

"Saya ingin segera mengetahui hasilnya. Tapi saya tetap yakin bahwa kematian Delis tidak wajar. Bagaimana bisa ia masuk ke dalam gorong-gorong yang begitu kecil," ujarnya, Kamis (6/2/2020).

Wati mengaku hatinya merasa sakit pasca kematian Desi.

"Hati ini tambah sakit. Mudah-mudahan hasil autopsi tang tinggal lima hari ini bisa meringankan kesedihan saya," katanya.

Ia menyebutkan, setiap akan beli sesuatu ke warung atau membereskan rumah, pasti ingat Desi. Karena kedua pekerjaan itu selalu dikerjakan Desi.

"Setiap mau beres-beres rumah atau pergi ke warung, saya selalu sedih. Ingat Desi. Karena dia lah yang biasa mengerjakannya," ujar Wati.

Namun begitu, ia berupaya tetap tegar. Termasuk mencari nafkah dengan membuat lontong dan dijual di Pasar Induk Cikurubuk. Karena hanya itulah usahanya untuk menghidupi keluarganya.

Di Lapas Perempuan Bandung, Lesbian Punya Pasangan, Kalau di Rutan Sedikit, Penghuni Jadi Korban

Siswinya Ditemukan Tewas di Gorong-gorong, SMPN 6 Tasikmalaya Intensifkan Komunikasi Ortu & Guru

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved