Sempat Dituduh Mencuri oleh Majikan, Warga Cianjur Lolos dari Hukuman di Arab Saudi

Uun binti Rosid (35) warga Kampung Cidadap RT 03/04, Desa Cigunungherang, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, bebas dari jeratan hukum di Arab

Sempat Dituduh Mencuri oleh Majikan, Warga Cianjur Lolos dari Hukuman di Arab Saudi
Tribun Jabar/Ferri AM
Kepala Desa Cigunungherang, Totom Tamtomo (kiri) bersama Ketua DPC Astakira Pembaruan Kabupaten Cianjur saat menerima laporan adanya warga Cianjur yang tersandung hukum di Saudi Arabia 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Uun binti Rosid (35) warga Kampung Cidadap RT 03/04, Desa Cigunungherang, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, bebas dari jeratan hukum di Arab Saudi.

Kabar bebasnya Uun diterima oleh pihak keluarga melalui rekan sekamar Uun.

Pihak keluarga langsung meneruskan kabar bebasnya Uun kepada Kepala Desa Cigunungherang, Totom Tamtomo.

"Tadi ada yang mencari suami Uun, ia ingin mengabarkan bahwa Uun telah bebas dari hukuman," ujar Totom, melalui sambungan telepon, Selasa (25/2/2020).

Warga Cianjur Tersandung Kasus Hukuman di Saudi Arabia, Dituduh Mencuri oleh Majikan

Totom mengatakan, selama proses berlangsung Uun sempat ditahan oleh pihak kepolisian Riyadh.

"Saya turut merasa senang warga saya bebas dari jeratan hukum di Saudi, saya menunggu surat pastinya juga setelah mendengar kabar ini," kata Totom

Diberitakan sebelumnya, seorang warga Cianjur, Uun (35) tersandung hukum karena dituduh mencuri oleh majikannya di Arab Saudi.

Suami Uun, Aat (43), mengatakan istrinya diberangkatkan oleh sponsor bernama Hilman alias Baret asal Warudoyong, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur melalui PT Bahana Jakarta tahun 2018.

"Iya istri saya saat ini sedang mengalami jeratan hukum pemerintah Riyadh dengan tuduhan mengambil barang-barang milik majikannya," ujar Aat, Senin (24/2/2020).

Kepala Desa Cigunungherang Totom Tamtomo, mengatakan dengan kejadian yang dialami warganya pihaknya memohon kepada pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri untuk membantu meringankan permasalahan hukum.

"Saya juga berharap pemulangan pegawai migran Indonesia ini bisa dibantu," kata Totom.

Ketua Harian Astakira Kabupaten Cianjur, H Supyan, mengatakan pihaknya sudah melaporkan dan meminta bantuan ke Kemenlu BNPTKI.

"Kasihan karena jika tak didampingi khawatir fitnah yang dituduhkan kepadanya," kata Supyan.

Ia merasa yakin bahwa PMI tersebut tidak melakukan pencurian sebagaimana yang dituduhkan, karena itu pegawai migran tersebut perlu pendampingan hukum.

Tak Digubris Pemkab Bandung, Keluarga Yayah Datang ke Cianjur, 16 Tahun Tak Pulang dari Saudi Arabia

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved