Perkuat Konten Pengajaran, Lulusan STIMLOG Siap Bersaing di Era Industri 4.0
STIMLOG terus melakukan perubahan dan transformasi untuk meningkatkan daya saing terhadap para lulusan mereka.
Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sekolah Tinggi Manajemen Logistik Indonesia ( STIMLOG) terus melakukan perubahan dan transformasi untuk meningkatkan daya saing terhadap para lulusan mereka.
Salah satu terobosan yang dilakukan adalah dengan memperkuat konten materi pengajaran tanpa mengubah kurikulum pelajaran.
Wakil Ketua I STIMLOG, Dr Melia Eka Lestiana MT, mengatakan bahwa dalam wisuda ketiga tahun ini, STIMLOG telah membekali para lulusan dengan berbagai terobosan melalui penguatan konten yang diberikan selama mahasiswa menimba ilmu di sana.
• Bertransformasi Menjadi Universitas Entrepreneur, STIMLOG Cetak SDM Unggul Bidang Logistik
"Salah satunya adalah dengan memberikan materi e-Learning, Alumni Mengajar bahkan hingga membuka kesempatan seluas-luasnya para mahasiswa untuk berwira-usaha," kata Melia di sela acara Wisuda Sarjana ke-3 tahun 2020 STIMLOG, di STIMLOG Jalan Sariasih 54, Bandung, Kamis (20/2/2020).
Melia mengatakan bahwa sebelum diwisuda, para mahasiswa telah dibekali dengan berbagai pengetahuan melalui penguatan konten tadi, baik melalui e-Learning, Alumni Mengajar hingga kuliah terbuka tersebut.
"Kuliah terbuka ini menghadirkan para lulusan, praktisi dan hingga penulis buku. Ini dilakukan agar lebih "mengena" kepada adik-adiknya," ujarnya.
Terkait wisuda yang ketiga ini, Melia menyebutkan bahwa tahun ini merupakan yang terbanyak yakni mencapai 114 mahasiswa yang terdiri dari 62 wisudawan dari Prodi Logistik dan 52 lainnya dari Prodi Transport Logistik.
• First Academy Kembangkan SDM UKM Indonesia Agar Bisa Bersaing di Era lndustri 4.0
• Bisnis Logistik dari Cina Turun Hingga 30 Persen, Dampak Virus Corona Mulai Ancam Industri Tanah Air
Menurut Melia, dari jumlah tersebut terdapat 24 wisudawan yang sudah bekerja sebelum diwisuda.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua STIMLOG, Rachmawati Wangsaputra, mengatakan bahwa dengan selesainya rangkaian akademik di STIMLOG, para wisuda memiliki tiga pilihan setelah lulus.
Pertama, memasuki dunia industri dimana para lulusan bekerja di berbagai organisasi atau institusi untuk mendapat pengamalan dan penerapan ilmu secara langsung di lapangan.
Kedua adalah memasuki dunia usaha untuk menciptakan lapangan kerja dengan menjadi pengusaha.
"Atau ketiga yaitu melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi," ujarnya.
Generasi lulusan ini, kata Rachmawati, merupakan post-milenial yang menghadapi tantangan pada abad 21 era digital, di mana informasi sudah sangat mudah diperoleh.
"Kita dituntut untuk selalu kreatif dalam menciptakan hal-hal baru. sesuai dengan tema wisuda kali ini yaitu "Mahasiswa sebagai Agen Perubahan Di Era Revolusi Industry 4.0"," katanya.
Menurut Rachmawati, dunia kerja memerlukan tenaga kerja yang tidak saja cakap secara teori namun juga cakap praktikal karena jenis pekerjaan yang ada lebih mengedepankan keahlian sosial dan kreativitas, kemampuan memecahkan permasalahan yang kompleks, serta kalibrasi dengan mesin digital, big data analisis, bahkan augmented reality.
"Dimulai dari masa mahasiswa teruslah menjadi agen perubahan pada era Industri 4.0 ini," harapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/wisuda-sarjana-ke-3-tahun-2020-stimlog.jpg)