Virus Corona

Benarkah Seorang Perokok Lebih Berisiko Tinggi Terinfeksi Virus Corona?

Virus corona hingga Rabu (19/2/2020) pagi hari ini, telah menginfeksi sebanyak 75.151 orang di seluruh dunia.

Benarkah Seorang Perokok Lebih Berisiko Tinggi Terinfeksi Virus Corona?
AFP/HECTOR RETAMAL
Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan. 

TRIBUNJABAR.ID - Virus corona hingga Rabu (19/2/2020) pagi hari ini, telah menginfeksi sebanyak 75.151 orang di seluruh dunia.

Selain itu, virus corona juga telah membunuh sebanyak 2.007 orang di seluruh dunia.

Baru-baru ini, para ahli penyakit paru-paru melakukan riset terkait dengan penyebaran virus corona.

Para ahli tersebut mengatakan bahwa mungkin ada hubungan antara merokok dan pengembang komplikasi dari virus corona.

Hal tersebut dikarenakan dalam penilitian mereka lebih menjelaskan siapa yang paling rentan terhadap penyakit virus corona ini.

Dikutip dari Telegraph, volume besar data yang sekarang dirilis oleh para peneliti, menunjukkan pola yang jelas di antara mereka yang jatuh sakit karena penyakit tersebut.

Sebuah analisis baru dari 8.000 kasus pertama coronavirus yang dilakukan oleh para peneliti di China dan Amerika Serikat menunjukkan bahwa pria lebih mungkin didiagnosis dengan penyakit ini, lebih cenderung memiliki gejala yang paling parah, seperti pneumonia, dan lebih mungkin mati.

Salah satu alasan bias terhadap laki-laki mungkin karena para lelaki di China perokok berat.

Analisis ini dipublikasikan karena semakin memburuknya virus corona yang tengah dialami di seluruh dunia.

Analisis pasien China dan AS menunjukkan bahwa laki-laki jauh lebih mungkin terinfeksi Covid-19, dengan 55 persen kasus yang dikonfirmasi di antara laki-laki.

Ini juga menunjukkan bahwa pria cenderung menderita komplikasi yang lebih serius - 61,5 persen dari mereka yang didiagnosis dengan pneumonia paling parah adalah pria -.

Dan tingkat fatalitas kasus untuk pria lebih dari tiga kali lebih tinggi daripada wanita - 4,45 persen pria meninggal, dibandingkan dengan 1,25 persen pasien wanita, penelitian menemukan -.

Halaman
123
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved