Sabtu, 9 Mei 2026

Kembali Terjadi, Dokter Senior di Wuhan China Meninggal Gara-gara Virus Corona

Seorang dokter senior di Rumah Sakit Wuhan, Liu Zhiming, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (18/2/2020), karena terinfeksi virus corona

Tayang:
Editor: Theofilus Richard
https://www.medscape.com/
Coronavirus 

TRIBUNJABAR.ID, WUHAN - Seorang dokter senior di Rumah Sakit Wuhan, Liu Zhiming, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (18/2/2020), karena terinfeksi virus corona.

Dokter yang menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Wuhan itu meninggal sekitar pukul 10.30 wakut setempat.

Sebelumnya mantan direktur rumah sakit pengobatan China Kota Ezhou di Provinsi Hubei, Xu Depu, juga meninggal akibat virus corona pada Kamis (13/2/2020). 

3 dari 78 WNI Kru Kapal Pesiar Jepang Diamond Princess Positif Terinfeksi Virus Corona

Kematian Xu terjadi ketika media pemerintah melaporkan pemeriksaan dari rumah ke rumah baru di Wuhan dengan tujuan mencari dan mengumpulkan semua pasien yang terinfeksi virus corona.

Media pemerintah mengungkapkan, siapapun yang dicurigai terinfeksi virus yang menyerang saluran pernapasan ini akan menghadapi tes wajib.

Selain itu, siapapun yang memiliki hubungan dekat dengan pasien nantinya akan dikarantina.

Berdasarkan surat kabar Wuhan, Chutian Daily, dikabarkan terdapat 10 lokasi pusat karantina yang mirip dengan rumah sakit darurat Fangcang akan didirikan di delapan distrik di kota tersebut.

Adapun fasilitas yang bakal disediakan yakni lebih dari 11.400 tempat tidur tambahan untuk orang-orang yang menunjukkan gejala ringan tertular virus corona.

Karena penyebaran virus corona dari hari ke hari makin bertambah, pemerintah China melakukan sejumlah langkah guna menampung pasien perumahan.

Tak hanya itu, sejumlah bangunan, kawasan industri dan pusat-pusat transportasi diubah menjadi pusat-pusat perpindahan pasien perumahan.

Dilarang Berjualan Setelah Wabah Virus Corona, Pedagang Hewan Liar di China Ingin Berjualan Lagi

Kekacauan di Wuhan

Dalam laporan yang diterima mengungkapkan, semua masyarakat dan desa akan ditempatkan di bawah manajemen tertutup di mana pada dasarnya menempatkan para warga di bawah pengkarantinaan.

Meski begitu, siapapun yang membeli obat batuk atau obat pereda panas di apotek atau online harus menggunakan kartu ID mereka.

Selain itu, kampanye inspeksi seluruh kota menunjukkan adanya peningkatan situasi di Wuhan di mana mantan pejabat dipersalahkan karena menutup-nutupi situasi dan menyebabkan penyebaran virus dengan cepat.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved