Dilarang Berjualan Setelah Wabah Virus Corona, Pedagang Hewan Liar di China Ingin Berjualan Lagi

Dua pekan terakhir, kepolisian China telah merampas dan menahan kurang lebih 700 orang terkait penangkapan, penjualan dan konsumsi hewan liar.

Dilarang Berjualan Setelah Wabah Virus Corona, Pedagang Hewan Liar di China Ingin Berjualan Lagi
https://www.medscape.com/
Coronavirus 

TRIBUNJABAR.ID, BEIJING - Dua pekan terakhir, kepolisian China telah merampas dan menahan kurang lebih 700 orang terkait penangkapan, penjualan dan konsumsi hewan liar.

Dari rampasan tersebut didapatkan kurang lebih 40 ribu hewan di antaranya tupai, musang dan babi hutan.

Penangkapan tersebut juga menunjukkan bahwa kebiasaan konsumsi masyarakat China terhadap hewan liar tersebut tidak dapat dimusnahkan dalam waktu semalam.

Para penjual hewan liar biasanya juga menjual keledai, anjing, rusa, buaya dan daging lainnya. Salah satu dari mereka mengungkapkan akan segera membuka toko begitu larangan dicabut.

Jumlah Korban Meninggal akibat Virus Corona Capai 1.873 Orang, yang Sembuh 10.615 Orang

Gong Jian, salah satu penjual hewan di wilayah Mongolia Dalam, daerah otonomi China, menuturkan masyarakat suka berbelanja hewan liar karena bisa dikonsumsi atau dijadikan hadiah.

"Itu sangat menyenangkan dan membuatmu terkesan berwibawa." katanya dikutip Reuters Senin (17/2/2020). "Saya akan berjualan lagi ketika larangan dicabut," tambahnya.

Gong juga menjelaskan kalau dia juga menyimpan daging buaya dan rusa beku di dalam kulkas namun hal itu bisa membunuh semua burung puyuh yang sedang dibiakkannya.

Hal ini bisa terjadi karena supermarket tidak lagi membeli telurnya dan telur burung puyuh itu sendiri tidak dapat dimakan setelah dibekukan.

Pakar ilmiah menduga meski belum terbukti bahwa virus corona terbawa masuk ke dalam tubuh manusia dari kelelawar melalui trenggiling, mamalia pemakan semut kecil yang bernilai tinggi di pasar obat tradisional China.

Jepang dalam Bayang-bayang Virus Corona, Kasus Terbanyak Setelah China

Perdebatan panjang

Halaman
12
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved