Rabu, 8 April 2026

Jepang dalam Bayang-bayang Virus Corona, Kasus Terbanyak Setelah China

Berdasarkan data terbaru pada Minggu (16/2/2020), terdapat enam kasus terbaru di luar kasus infeksi virus corona di kapal pesiar Diamond Princess.

Editor: Theofilus Richard
Kolase Tribun Jabar
Ilustrasi: Persebaran virus corona. (Foto: medscape.com/gisanddata.maps.arcgis.com) 

TRIBUNJABAR.ID, TOKYO - Jepang menjadi negara dengan kasus virus corona terbanyak setelah China.

Berdasarkan data terbaru pada Minggu (16/2/2020), terdapat enam kasus terbaru di luar kasus infeksi virus corona di kapal pesiar Diamond Princess.

Total, terdapat 518 kasus infeksi virus corona dan satu korban sudah meninggal. Korban meninggal adalah wanita berusia 80 tahun.

Wabah yang kini menjangkiti lebih dari 20 negara tersebut sudah membunuh 1.775 orang, dan menginfeksi lebih dari 71.000 pada Senin (17/2/2020).

Pada senin ini, kondisi penyebaran virus corona menyebabkan rumah sakit di dekat Tokyo berhenti menerima pasien-pasien baru.

Dievakuasi dari Kapal Pesiar Jepang Diamond Princess, 14 Warga AS Terinfeksi Virus Corona

Hal itu mungkin akan meningkatkan angka orang terinfeksi virus corona di Tokyo lebih tinggi di bulan selanjutnya.

Sebuah rumah sakit di Sagamihara, berlokasi 50 kilometer dari barat Tokyo harus menangguhkan penerimaan pasien.

Pasalnya, salah satu perawatnya positif terjangkit virus corona setelah merawat pasien yang meninggal karena virus tersebut

Bahkan, salah satu anggota tim diagnosis dari kementerian kesehatan Jepang juga positif terjangkit virus corona.

Penyebaran virus yang cepat di Jepang mendesak pemerintah Jepang melakukan tes secara cepat.

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, mengungkapkan bahwa kementerian pemerintahan Jepang akan menambah fasilitas medis yang nantinya akan menerima pasien terinfeksi virus corona sampai 800 orang dari angka sekarang 726 orang.

Dilansir dari The Guardian, Takaji Wakita, kepala Institut Penyakit Infeksi Nasional Jepang mengakui bahwa kondisi saat ini di Jepang merupakan tahap awal dari wabah domestik.

Dia menyadari bahwa angka tersebut mampu meningkat lebih ke depannya.

Kementerian kesehatan Jepang, Katsunobu Kato menyarankan agar warganya menghindari kerumunan dan acara kumpulan yang tidak penting.

Termasuk penggunaan kereta komuter dan sekaligus memperingatkan bahwa negaranya sedang memasuki "fase baru" virus corona.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved