Seleksi Tes CPNS, Panitia Temukan Peserta Bawa Jimat, Begini Kata Psikiater

Ada temuan unik yang ditemukan panitia tes seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Universitas Dian Nuswantoro, Semarang, Jawa Tengah.

ISTIMEWA
Dua buah benda yang diduga adalah jimat yang dibawa dua peserta berbeda saat tes SKD CPNS 2019 di Semarang. 

TRIBUNJABAR.ID - Ada temuan unik yang ditemukan panitia tes seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Universitas Dian Nuswantoro, Semarang, Jawa Tengah.

Panitia menemukan dua jimat yang dibawa oleh peserta seleksi CPNS.

"Ada dua temuan jimat pada saat body checking berupa koin yang dibalut kertas rapal dan bentuk ketapel dari kayu. Kejadiannya hari Senin dan Selasa lalu. Terus jadi viral," kata Ketua Pelaksana Seleksi CPNS dari Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Mohamad Sidiq, saat ditemui Kompas.com di Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Kamis (06/02/2020).

Andai Lionel Messi Jadi Tinggalkan Barcelona, 5 Klub Ini Paling Memungkinkan Membelinya

Selain di Semarang, kejadian serupa juga terjadi di Surabaya. Panitia seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Timur, juga menemukan beragam jimat.

Jimat tersebut memiliki banyak bantuk dan rupa, bak dari kertas hingga pasir. Dugaanya, jimat tersebut diyakini dapat membantu meloloskan proses seleksi kompetensi dasar (SKD) tersebut.

"Ada beragam, mulai dari jimat jenis rajah, uang dan kertas yang ditulis huruf arab, pasir yang dibungkus kain putih hingga jimat pengasihan," kata Koordinator Lapangan Panitia Daerah Seleksi CPNS Kemenkumham Jatim, Ketut Akbar saat dikonfirmasi, Kamis (6/2/2020).

Barang-barang tersebut akhirnya disita oleh panitia. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, peserta hanya diperkenankan membawa kartu peserta ujian dan kartu tanda penduduk.

SKD CPNS di KBB Selesai, Peserta yang Memenuhi Nilai Ambang Batas Belum Tentu Lolos

Mengapa ada jimat saat tes CPNS?

Sosiolog Universitas Sebelas Maret (UNS), Drajat Tri Kartono, menjelaskan, hal itu mencerminkan eksistensi budaya lama (jimat/mitos) di tengah masyarakat modern masih terjaga.

Namun, menurut Drajat, eksistensi tersebut juga menimbulkan pertanyaan sendiri, apakah hal itu tanda kegagalan ilmu pengetahuan modern?.

Halaman
123
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved