Mayat ABG di Gorong Gorong

Almarhumah Desi Sulistina yang Jasadnya Ditemukan di Gorong-gorong Dikenal sebagai Ahli Masjid

Almarhumah Desi Sulistina (13) yang jasadnya ditemukan di dalam gorong-gorong depan sekolahnya, Senin (27/1/2020) sore, dikenal sebagai ahli masjid.

Almarhumah Desi Sulistina yang Jasadnya Ditemukan di Gorong-gorong Dikenal sebagai Ahli Masjid
Tribun Jabar/Firman Suryaman
Masjid Al Barokah tempat almarhumah Delis mengikuti pengajian setiap hari, Rabu (29/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Almarhumah Desi Sulistina (13) alias Delis, siswi kelas VII SMP Negeri 6 Kota Tasikmalaya, yang jasadnya ditemukan di dalam gorong-gorong depan sekolahnya, Senin (27/1/2020) sore, dikenal sebagai ahli masjid.

Setiap Magrib Delis selalu datang ke Masjid Al Barokah, tak jauh dari rumahnya, Kampung Sindangjaya, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, untuk menunaikan salat Magrib dilanjutkan dengan mengaji Al-Qur'an.

"Dia itu rajin ke masjid. Biasanya Magrib berangkat ke masjid untuk salat berjamaah diteruskan dengan mengaji," ujar Nyai (48), salah seorang tetangga dekat korban, Rabu (29/1/2020).

Ayah Kandung Bilang Desi Menemuinya, Siswi SMP Itu Justru Ditemukan Tak Bernyawa di Gorong-gorong

Penemuan mayat Desi Sulistina (13) alias Delis, siswi kelas VII SMP Negeri 6 Kota Tasikmalaya yang ditemukan tewas di dalam gorong-gorong depan sekolah, Senin (28/1/2020) sore masih menjadi misteri.
Penemuan mayat Desi Sulistina (13) alias Delis, siswi kelas VII SMP Negeri 6 Kota Tasikmalaya yang ditemukan tewas di dalam gorong-gorong depan sekolah, Senin (28/1/2020) sore masih menjadi misteri. (TribunJabar.id/Firman Suryaman)

Menurut Nyai, almarhumah biasanya datang ke masjid bersama sahabatnya, Silvia (13), tetangga sekaligus teman sekelasnya.

"Kedua anak ini anak yang baik. Mereka suka berangkat ke masjid bareng-bareng," ujarnya.

Rina (34), tetangga lainnya, menyebutkan, Delis juga rajin mengikuti pengajian ibu-ibu setiap Selasa malam serta pengajian bapak-bapak setiap Jumat malam.

Nyai mengaku tak menyangka Delis bernasib tragis seperti itu.

"Dia juga anak yang penyabar tidak banyak tingkah. Sejak masih SD hingga sekarang suka diguyonin teman-temannya dengan sebutan 'leupeut' (lontong, Red). Tapi tak pernah marah," katanya.

Lokasi Ditemukannya Jasad Desi Kembali Diselidiki Jajaran Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota

Delis suka disebut 'leupeut' karena ibu kandungnya, Wati Candrawati (46), sehari-harinya jualan lontong.

Halaman
12
Penulis: Firman Suryaman
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved