Penusuk Sopir Angkot di Garut Baru Sebulan Keluar Nusakambangan, Kasus Sama Gorok Sopir Angkot

Pemuda pelaku penusukan sopir angkot di Garut merupakan seorang residivis. T (23), baru keluar dari Lapas Nusakambangan

Penusuk Sopir Angkot di Garut Baru Sebulan Keluar Nusakambangan, Kasus Sama Gorok Sopir Angkot
tribunnews
Ilustrasi penusukan

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Pemuda pelaku penusukan sopir angkot di Garut merupakan seorang residivis. T (23), baru keluar dari Lapas Nusakambangan sebulan lalu.

Kasatreskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng, mengatakan, T pernah melakukan aksi kejahatan pada 2014. Kasusnya pun hampir mirip.

"Dia pernah menggorok leher sopir angkot Terminal Guntur-Cipanas pada 2014. T menggorok leher Aceng Kurnia (sopir angkot) hingga tewas," ujar Maradona, Senin (27/1/2020).

Sebelum membunuh Aceng, T yang pada saat itu masih berusia 17 tahun memalak korbannya dulu. Korban yang enggan memberi uang, akhirnya dibunuh oleh T. T lalu divonis 10 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Garut.

ABG Tasik Ditemukan Tewas di Gorong-gorong, Ibu Menangis Saat Korban Dievakuasi, Hilang Sejak Kamis

T menjalani masa hukumannya di Bapas Tangerang. Sebelum bebas, T dipindah ke Lapas Nusakambangan dan menjalani masa tahanan 1,5 tahun. Dari vonis 10 tahun, T menjalani hukuman sekitar tujuh tahun penjara.

Sebelumnya, seorang sopir angkutan umum jurusan Terminal Guntur-Bayongbong, jadi korban penusukan oleh temannya. Pelaku geram setelah sopir meludah dan mengenainya.

Panit Reskrim Polsek Tarogong Kidul, Ipda Wahyono Aji, korban kini dalam keadaan kritis di RSUD dr Slamet. Lokasi penusukan terjadi di Jalan Guntur Sari, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul.

Sopir yang menjadi korban bernama Ade Ujang Sulaeman alias Buleung (21), warga Desa Langensari, Kecamatan Tarogong Kaler.

Enggak Ada Takut-takutnya, Sunda Empire akan Ultimatum Jokowi, Minta Indonesia Daftar Ulang

"Sebelum kejadian, korban datang ke kontrakan temannya di sekitar Terminal Guntur. Pelaku berinisial T sudah ada di sana bersama seorang teman lain," ujar Aji.

Di kontrakan, korban bersama dua orang lainnya sempat minum minuman keras. Korban lalu mengajak T dan satu orang lain untuk jalan-jalan dengan angkot. Posisi T di dalam angkot berada di belakang korban.

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved