Lebih dari Separuh Event di Jabar pada 2020 Didominasi oleh Kegiatan Budaya
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan sektor kebudayaan akan menjadi fokus pariwisata Jabar di tahun 2020.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Dedy Herdiana
Lapotan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan sektor kebudayaan akan menjadi fokus pariwisata Jabar di tahun 2020.
Hal itu terlihat dalam realisasi West Java Calendar of Event 2020 (CoE). Dari 167 event, 107 di antaranya merupakan event kebudayaan.
“Awal tahun 2020, kami me-launching yang namanya Calendar Event. Nah, Calendar Event ini untuk festival didominasi, 64 persen, oleh festival kebudayaan. Festival budaya di Jabar ini memang cukup diminati,” kata Dedi melalui ponsel, Jumat (24/1/2020).
• Pilot Project Program Ajengan Masuk Sekolah di Jawa Barat Dimulai Februari 2020
CoE 2020 ini merupakan rangkuman event terbaik di Jabar yang diharapkan memenuhi standar 3C, yakni Creative Value (nilai kreativitas), Commercial Value (nilai komersil), serta CEO Committe (komitmen kepala daerah dalam mengembangkan pariwisata daerahnya).
Menurut Dedi, Pemerintah Provinsi Jabar saat ini berkeyakinan bahwa kebudayaan merupakan kekuatan pariwisata Jabar.
Dia pun berharap dengan banyaknya festival budaya dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Jabar.
“Komitmen Pemerintah Provinsi Jabar kebudayaan menjadi kekuatan untuk pariwisata. Diharapkan di festival atau calendar event ini ada peningkatan kunjungan. Sesuai arahan Pak Menteri Pariwisata, tidak melihat jumlah kunjungan yang banyak tapi kualitas tourism-nya,” ucapnya.
• Jawa Barat Rawan Bencana, Ridwan Kamil Rencanakan Rilis Jabar Resilience Culture Province Tahun Ini
“Kebudayaan Jabar ini sesuai dengan strategi promosi pengembangan pariwisata, budaya ini menjadi kekuatan. Tahun ini harus ada pendekatan partisipasi masyarakat dan kemudian ada juga keunikan,” tuturnya.
Dari 167 event festival di dalam CoE itu, terdapat lima event yang mendapat dukungan dan akan dipromosikan secara masif ke level dunia oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia (RI) yakni Asia Afrika Festival 2020 (Bandung), Cap Go Meh (Bogor), Hardfest Pesona Jatigede (Sumedang), Festival Seni dan Budaya Cirebon, serta Gebyar Pesona Budaya Garut.
Untuk diketahui, sesuai dengan rilis yang diterima Tribunjabar.id, launching West Java Calendar of Event 2020 dilaksanakan pada 22 Januari 2020 di Grand Ballroom The Trans Luxury Hotel Bandung.
Event ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Wali Kota Kota Bandung, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bidang Deputi Pemasaran, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dan juga para tamu undangan.
Adapun penyelenggaraan 167 event di Jawa Barat yang berbasis 3C itu mencakup berbagai ranah bidang seperti musik, kuliner, budaya, olahraga, fashion dan lain sebagainya.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Bidang Deputi Pemasaran, Ir. Rizki Handayani menyatakan bahwa seluruh kegiatan pariwisata yang telah dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia kedepannya akan meningkatkan Quality Tourism.
"Terlebih pada destinasinya, beliau (Presiden) mengatakan jika kita ingin mendapatkan pendatang pariwisata yang bagus, destinasi pariwisata juga perlu dibenahi. Beliau salut bahwasannya Jawa Barat sangat bagus di bidang ekonomi kreatif dan pariwisata," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ridwan-kamil-pada-acara-launching-west-java-calendar-of-event-2020.jpg)