Rabu, 20 Mei 2026

Selama Januari 2020, Ada 101 kasus DBD di Ciamis, 3 Orang Meninggal

Tingginya kasus DBD memasuki awal tahun 2020 ini, kata dr Bayu, karena awal tahun baru ini merupakan awal musim hujan dengan gejala turun hujan sering

Tayang:
Penulis: Andri M Dani | Editor: Tarsisius Sutomonaio

Laporan Wartawan Tribun Jabar,  Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS– Selama Januari ini sampai Rabu (22/1/2020), di Ciamis, terdata 101 kasus warga yang terjangkit demam berdarah dengue (DBD) di antaranya 3 penderita meninggal dunia.

Sebanyak 101 kasus DBD tersebut tersebar di 20 wilayah layanan puskesmas dari 37 puskesmas yang ada di Ciamis.

“Di tujuh wilayah layanan puskesmas lainnya tidak ditemukan kasus DBD selama bulan Januari ini,” ujar Kadinkes Ciamis dr H Yoyo M Kes yang didampingi Kabid P2P Dinkes Ciamis dr Bayu Yudiawan MM kepada Tribun usai dengar pendapat dengan Komisi D DPRD Ciamis, Rabu (22/1/2020) sore.

Kasus DBD yang terdata di Dinkes Ciamis selama bulan Januari 2020 ini sampai Rabu  (21/1) ada 101 kasus, terbanyak di wilayah layanan Puskesmas Ciamis Kota yakni 37 kasus.

Lebihnya tersebar di 9 kecamatan yang merupakan daerah endemic  DBD. Dari 101 kasus tersebut, 27 orang penderita diantaranya sempat di rawat di rumah sakit, lebihnya berobat jalan.

Sementara tiga orang penderita yang meninggal dunia positip DBD menurut dr Bayu masing-masing atas nama Lola (16) dari Desa Mekarmukti Cisaga, Ida dari Desa Dewasari (Puskesmas Handapherang) dan Suci dari Panumbangan.

Pada Desember 2019, Sebanyak 24 Orang Terjangkit DBD di Kecamatan Darangdan Purwakarta

VIDEO-Tiga Desa di Cianjur Diserang Demam Berdarah, 50 Warga Berebut Berobat

Tingginya kasus DBD memasuki awal tahun 2020 ini, kata dr Bayu, karena awal tahun baru ini merupakan awal musim hujan dengan gejala turun hujan sering diselingi panas terik yang memicu perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti, vector penularan DBD.

“Selain itu tahun 2020 merupakan siklus tiga tahun serangan DBD,” katanya.

Pada tahun 2016 terjadi 795 kasus DBD di Ciamis sementara pada tahun 2019 hanya 404 kasus (diantaranya 64 kasus pada bulan Januari).

Sementara pada tahun 2020 ini (siklus 3 tahunan), memasuki pek-an ke-3 Januari sudah terjadi 101 kasus DBD  dan tiga orang meninggal dunia.

Untuk pemberantasan dan penanggulan DBD ini menurut dr Bayu, pilihan utamanya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin dan terus menerus berikut juga lewat upaya 3 M.

Sementara pengasapan (fogging) hanya lah satu upaya, bukan satu-satunya upaya penanggulangan DBD.

Warga Kecamatan Darangdan Meninggal Akibat DBD, Ini Kata Dinkes Purwakarta

Waspada DBD di Musim Hujan, Kenali Gejala dan Cara Pencegahan Demam Berdarah Dengue

“Salah kaprah di tengah masyarakat, bila terjadi kasus DBD, jalan keluarnya hanya fogging. Padahal itu tidak terlalu banyak  mengatasi masalah. Yang paling utama itu adalah langkah PSN secara mandiri oleh masyarakat, rutin terus-menerus dan masiv,” katanya.

Setiap ekor nyamuk aedes aegypti punya radius terbang 300 meter dan kebiasaan menggigit pada pagi sampai siang hari.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved