Begini Pengakuan Komplotan Perampas Hape Penjual Roti Bakar di Kota Cirebon

Jajaran Polres Cirebon Kota meringkus komplotan perampas hape penjual roti bakar di Kelurahan Kalijaga,

Begini Pengakuan Komplotan Perampas Hape Penjual Roti Bakar di Kota Cirebon
Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy (kanan), saat menginterogasi dua anggota komplotan perampas HP yang korbannya penjual roti bakar dalam konferensi pers di Mapolres Cirebon Kota, Jalan Veteran, Kota Cirebon, Jumat (17/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Jajaran Polres Cirebon Kota meringkus komplotan perampas hape penjual roti bakar di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Petugas baru berhasil mengamankan dua dari empat anggota komplotan itu yang berinisial AR (20) dan TR (22).

Di hadapan petugas, keduanya mengaku baru saling mengenal sejak tiga bulan lalu.

Selanjutnya mereka dan sejumlah rekannya sepakat untuk "berburu mangsa" demi mendapatkan pundi-pundi rupiah.

"Ya kalau lagi enggak punya uang biasanya keliling naik motor sambil bawa pedang dan golok," kata AR saat konferensi pers di Mapolres Cirebon Kota, Jl Veteran, Kota Cirebon, Jumat (17/1/2020).

Kabar WhatsApp akan Berbayar Mulai 2020, Apa Benar? Ini Faktanya

Ia mengatakan, sasaran utamanya ialah orang yang tengah sendirian sambil memainkan ponsel di tempat sepi.

Jika dalam perburuan itu ditemukan calon korban yang memenuhi kriteria tersebut maka mereka langsung beraksi.

"Ponselnya diminta paksa sambil mengancam menggunakan senjata tajam," ujar AR.

Sementara TR mengaku HP yang didapat dari hasil rampasan itu akan dijual ke konter.

Nantinya uang hasil penjualan HP itu akan dibagi rata untuk setiap anggota komplotan tersebut yang ikut saat beraksi.

"Harganya tergantung model ponselnya, kalau bagus dijual tinggi dan dapat hasil banyak," kata TR.

Sunda Empire-Earth Empire dan Keraton Agung Sejagat, Ridwan Kamil : Sekarang Banyak Orang Stres

Kedua pelaku sama-sama mengakui uang hasil penjualan HP tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Pasalnya, keduanya hingga kini masih belum mempunyai pekerjaan atau masih menganggur.

"Ada dua pelaku lain yang masih dalam pengejaran. Mereka sudah ditetapkan DPO," ujar Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved