Ada Hak untuk Penyandang Disabilitas Lainnya di Wyata Guna, di Balik Aksi Protes Penghuni Lama

Ada hak penyandang tunanetra lainnya yang akan mendapatkan pelayanan negara di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang

Ada Hak untuk Penyandang Disabilitas Lainnya di Wyata Guna, di Balik Aksi Protes Penghuni Lama
Tribunjabar/Mega Nugraha
Penyandang tunanetra baru yang akan dibina di Wyata Guna 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ada hak penyandang tunanetra lainnya yang akan mendapatkan pelayanan negara di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas sensorik Netra (BRSPDSN) Wyata Guna Bandung, pascake-23 penerima manfaat selesai menjalani pembinaan di balai di Jalan Padjadjaran, Kota Bandung itu.

Seperti diketahui, ada 32 orang penyandang tunanetra yang sudah berakhir masa pembinaannya di Balai Wyata Guna‎.

Namun, mereka keukeuh bertahan di trotoar di Jalan Padjadjaran. Mereka, umumnya mahasiswa, berunjuk rasa di depan balai karena ingin menetap di Wyata Guna.

Agar tetap di balai, mereka menuntut Permensos yang mengubah panti jadi balai dicabut.

"Balai merupakan wadah binaan yang bersifat sementara, bukan tempat permanen. ‎Penerima manfaat yang sudah mendapat pelayanan dan pembinaan, terikat ketentuan untuk kembali lagi ke masyarakat dan keluarga," ujar Kepala Balai Wyata Guana, Sudarsono di Jalan Padjadjaran, Jumat (17/1/2020).

Malangnya Balita di Indramayu Ini, Tewas Digigit Ular saat Bermain di Lapangan Bola

Menurut Sudarsono, para penerima manfaat ini secara aturan, akan menjalani tiga hingga enam bulan pembinaan. Mereka akan dibekali kemampuan kompetensi sesuai minat dan bakat. Seperti elektronika, pijat hingga bermain musik.

"Tahun ini ada 81 orang penerima manfaat baru yang akan mendapat haknya dari negara dengan dibina. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka di sini bisa tiga bulan atau enam bulan," ujar Sudarsono.

Pada kesempatan itu, Tribun menemui sejumlah penerima manfaat baru yang akan dibina di Balai Wyata Guna. Salah satunya Istikharah (26), asal Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Untuk masuk balai, ia menjalani proses pendaftaran hingga masuk daftar tunggu hingga enam bulan.

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved