KPU Kabupaten Cirebon Sebut Tidak Semua Logistik Pemilu 2019 Dilelang

Tumpukan logistik Pemilu 2019 terlihat memenuhi halaman kantor KPU Kabupaten Cirebon, Jl R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon

KPU Kabupaten Cirebon Sebut Tidak Semua Logistik Pemilu 2019 Dilelang
Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Tumpukan logistik Pemilu 2019 memenuhi halaman kantor KPU Kabupaten Cirebon, Jl R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (14/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Tumpukan logistik Pemilu 2019 terlihat memenuhi halaman kantor KPU Kabupaten Cirebon, Jl R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (14/1/2020).

Benda-benda itu sengaja disimpan di KPU Kabupaten Cirebon karena masa sewa gudang logistik berakhir sejak 2019.

Nantinya, logistik pemilu akan dilelang pada 16 - 20 Januari 2020 melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

Menurut Ketua KPU Kabupaten Cirebon, Sopidi, tidak semua logistik Pemilu 2019 akan dilelang.

Tunggu Lelang, Logistik Pemilu 2019 Penuhi Kantor KPU Kabupaten Cirebon

Lelang yang digelar mulai lusa nanti hanya untuk kertas suara dan kotak suara Pemilu 2019.

"Baru dua item itu yang akan dilelang karena izinnya juga sudah keluar," kata Sopidi saat ditemui di KPU Kabupaten Cirebon, Jl R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (14/1/2020).

Ia mengatakan, pelelangan logistik pemilu harus mendapat surat izin dari Arsip Nasional RI (ANRI) dan KPU RI.

Hingga kini, pihaknya juga masih menunggu izin lelang untuk logistik lainnya.

Di antaranya, surat suara Pilkada 2018, kotak suara, bilik suara, dan sejumlah formulir.

"Kalau permohonan sudah kami kirimkan ke ANRI dan KPU RI, tapi belum ada jawaban," ujar Sopidi.

Menurut dia, jika ANRI dan KPU RI belum mengeluarkan surat izin maka penghapusan logistik melalui lelang pun tidak bisa dilakukan.

Sementara mengenai lelang yang telah mendapatkan izin itu pihaknya juga menetapkan harga yang ditawarkan sesuai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) berdasarkan survei di tiga tempat.

Sopidi mengatakan, HPS berdasarkan survei, nilainya mulai dari Rp 1500, Rp 1700, hingga Rp1900 perkilogramnya.

"Hasilnya nanti tetap ditentukan pada saat lelang, karena HPS hanya sebagai pertimbangan. Baru setelah itu ada tawar menawar," kata Sopidi.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved