BBWSC Sebut Kondisi Aliran Sungai Citepus Terparah Ada di Kota Bandung

Sungai Citepus di Kota Bandung disebut sebagai daerah aliran sungai yang kondisinya parah oleh Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC).

BBWSC Sebut Kondisi Aliran Sungai Citepus Terparah Ada di Kota Bandung
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Pemulung sampah berjalan di dasar Sungai Citepus kemudian masuk ke lubang di dinding sungai yang tersambung ke pemukiman kumuh. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Sungai Citepus di Kota Bandung disebut sebagai daerah aliran sungai yang kondisinya parah oleh Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC).

Hujan deras dengan curah hujan 20 milimeter per detik, sungai bisa meluap.

Dampak yang biasa terjadi, banjir di kawasan Pasteur hingga Pagarsih Kota Bandung.

Pantauan Tribun Jabar di Sungai Citepus, tepatnya di Kelurahan Pajajaran Kecamatan Cicendo, sampah plastik bekas rumah tangga berserakan di dasar sungai.

Sebagian nyangkut sebagian terbawa air.

Harga Cabai di Pasar Cihaurgeulis Bandung Naik, Pedagang Duga Gara-gara Hujan dan Banjir

Posisi sungai berada dekat dengan landasan pacu Bandara Husein Sastranegara dan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sirnaraga.

Di kiri dan kanannya perumahan padat penduduk. Di antaranya permukiman kumuh beratap asbes, minim penerangan dan luasnya tidak lebih dari 10 meter persegi.

Pipa-pipa saluran pembuangan air dari rumah dibuang langsung ke sungai. Jendela rumah pun tampak menghadap ke sungai.

"Kalau di utara sudah gelap kemudian turun hujan deras, air sungai pasti naik. Bagian belakang rumah saya menghadap ke sungai, saat air naik, air bisa sampai jendela. Kalau paling parah, bisa masuk ke rumah. Tapi ini resiko tinggal di pinggir sungai," ujar Asep Kosasih (40), warga di pingiran Sungai Citepus Kelurahan Pajajaran Kecamatan Cicendo.

Halaman
1234
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved