Kamis, 23 April 2026

BBWSC Sebut Kondisi Aliran Sungai Citepus Terparah Ada di Kota Bandung

Sungai Citepus di Kota Bandung disebut sebagai daerah aliran sungai yang kondisinya parah oleh Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC).

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Theofilus Richard
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Pemulung sampah berjalan di dasar Sungai Citepus kemudian masuk ke lubang di dinding sungai yang tersambung ke pemukiman kumuh. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Sungai Citepus di Kota Bandung disebut sebagai daerah aliran sungai yang kondisinya parah oleh Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC).

Hujan deras dengan curah hujan 20 milimeter per detik, sungai bisa meluap.

Dampak yang biasa terjadi, banjir di kawasan Pasteur hingga Pagarsih Kota Bandung.

Pantauan Tribun Jabar di Sungai Citepus, tepatnya di Kelurahan Pajajaran Kecamatan Cicendo, sampah plastik bekas rumah tangga berserakan di dasar sungai.

Sebagian nyangkut sebagian terbawa air.

Harga Cabai di Pasar Cihaurgeulis Bandung Naik, Pedagang Duga Gara-gara Hujan dan Banjir

Posisi sungai berada dekat dengan landasan pacu Bandara Husein Sastranegara dan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sirnaraga.

Di kiri dan kanannya perumahan padat penduduk. Di antaranya permukiman kumuh beratap asbes, minim penerangan dan luasnya tidak lebih dari 10 meter persegi.

Pipa-pipa saluran pembuangan air dari rumah dibuang langsung ke sungai. Jendela rumah pun tampak menghadap ke sungai.

"Kalau di utara sudah gelap kemudian turun hujan deras, air sungai pasti naik. Bagian belakang rumah saya menghadap ke sungai, saat air naik, air bisa sampai jendela. Kalau paling parah, bisa masuk ke rumah. Tapi ini resiko tinggal di pinggir sungai," ujar Asep Kosasih (40), warga di pingiran Sungai Citepus Kelurahan Pajajaran Kecamatan Cicendo.

Asep menempati lahan milik pengelola Lanud Husein Sastranegara. Menurutnya, kondisi saat ini membaik setelah Pemkot Bandung membangun Danau Retensi Citepus.

"‎Sebelum ada Danau Retensi Citepus, air sungai ini meluap membanjiri pemukiman warga. Jadi jika air sungai sedang tinggi, otomatis airnya masuk atau parkir dulu ke kolam retensi. Kalau kolam retensi penuh, air disedot kembali kemudian dibuang lagi ke sungai," kata Hendi, operator jaga Danau Retensi Citepus.

Pemulung sampah berjalan di dasar Sungai Citepus kemudian masuk ke lubang di dinding sungai yang tersambung ke pemukiman kumuh.
Pemulung sampah berjalan di dasar Sungai Citepus kemudian masuk ke lubang di dinding sungai yang tersambung ke pemukiman kumuh. (Tribun Jabar/Mega Nugraha)

Peringati HUT ke-63 LVRI, Dandim 0612 Tasikmalaya Ajak Kaum Milenial Tiru Jiwa dan Semangat Veteran

Menurutnya, Sungai Citepus di bantaran sungainya sudah dibanung pemukiman warga. Sehingga, wajar saja jika air meluap.

"‎Jadi Sungai Citepus ini kalau hujan dapat kiriman juga dari sungai kecil lainnya. Kalau Danau Retensi Citepus sudah penuh, pasti ke Pagarsih banjir," kata dia.

Ada Usman (49), warga sekitar yang berprofesi sebagai pemulung. Sebagai gambaran, dasar sungai hingga pemukiman warga ketinggiannya‎ sekitar 5 meter.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved