Sungai di Cianjur Meluap

Sungai Gonggang Meluap, Warga di 3 Desa di Cianjur Terisolasi, Tak Ada Jembatan untuk Menyeberang

Jalan utama yang menghubungkan ke tiga desa di Kabupaten Cianjur itu kini tertutup aliran Sungai Gonggang yang makin deras saat hujan turun

Sungai Gonggang Meluap, Warga di 3 Desa di Cianjur Terisolasi, Tak Ada Jembatan untuk Menyeberang
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Hujan deras membuat Sungai Gonggang meluap dan mengakibatkan aktivitas ribuan warga Desa Neglasari, Mulyasari, dan Bunisari Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur terisolasi, Kamis (9/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Hujan deras membuat Sungai Gonggang meluap dan mengakibatkan aktivitas ribuan warga Desa Neglasari, Mulyasari, dan Bunisari Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, terisolasi.

Biasanya warga memaksakan diri turun menyeberangi sungai untuk beraktivitas karena belum adanya jembatan.

Kepala Desa Neglasari, Kecamatan Agrabinta, Nasihin, mengatakan sudah puluhan tahun masyarakat Desa Neglasari, Mulyasari, dan Bunisari, di Kecamatan Agrabinta yang terhubung dengan satu ruas jalan, harus mengalah dengan kondisi alam.

Jalan utama yang menghubungkan ke tiga desa di Kabupaten Cianjur itu kini tertutup aliran Sungai Gonggang yang makin deras saat hujan turun akhir-akhir ini.

"Saat hujan deras seperti sekarang jalan penghubung warga tak bisa dilintasi, otomatis akses warga lumpuh. Akhirnya berdampak banyak terutama bagi proses pendidikan, kesehatan, dan perekonomian warga," katanya saat dihubungi, Kamis, (9/1/2020).

VIDEO Air Sungai Meluap di Jalan Kiarapayung Bandung Barat, Motor Hanyut Pengendara Loncat

16 Saluran Meluap Sebabkan Banjir di Cianjur, Petugas Piket Banjir Disiagakan 24 Jam

Diakuinya bentangan jalan sungai yang biasa diseberangi warga sekitar 14 meter.

Para siswa terdiri dari pelajar SDN Cikahuripan, SDN Cikole, Mts Leles, SMP Leles SMA Leles, hingga ke Pesantren Al - Maun Gelartanghi melintasi jalan ini. Namun kini para siswa terpaksa tak sekolah karena akses jalannya terputus.

"Tak hanya ke sekolah warga di tiga desa ini, jika ingin ke Pasar Leles harus melintasi Sungai Gonggang, jadi aktivitas perekonomian warga terputus," katanya.

Sebagai kepala desa, Nasihin juga mengkhawatirkan jika ada warga yang sakit atau hendak melahirkan. Pasalnya, benar-benar tidak ada jalur aman yang bisa dilalui pada keadaan darurat sekalipun.

Halaman
12
Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved