OTT Pejabat Disdik Kabupaten Bandung

Kadisdik Kabupaten Bandung Sebut, Selain Kabid SMP, 4 Kepsek dan 1 Sopir Juga Diamankan

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Juhana membenarkan ada bawahannya yang terkena

Kadisdik Kabupaten Bandung Sebut, Selain Kabid SMP, 4 Kepsek dan 1 Sopir Juga Diamankan
Pixabay
ilustrasi uang 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Juhana membenarkan ada bawahannya yang terkena operasi tangkap tangan ( OTT) oleh Tim Satgas Saber Pungli Jabar pada Jumat (3/1/2020).

Menurut Juhana, yang terkena OTT itu adalah Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Maman Sudrajat

Menurut informasi yang diterima, OTT itu dilakukan di SMP Negeri 1 Pameungpeuk Kabupaten Bandung.

OTT ini terkait pungutan terhadap tujuh kepala SMP yang menerima dana alokasi khusus (DAK)‎ masing-masing senilai Rp 7,5 juta. Pada OTT tersebut satgas menyita sejumlah uang puluhan juta rupiah.

Banjir Bandang di KBB Hasilkan 58 Ton Sampah

"Yang diamankan ada 6 orang, Kabid, sopir, dan 4 kepala sekolah," ujar Juhana, saat dihubungi, Tribun Jabar, Minggu (5/1/2020).

Juhana mengaku kaget dan sangat menyayangkan atas adanya kejadian tersebut.

"Di lingkungan dinas pendidikan terjadi hal seperti itu, itu kan tidak mendidik," ujar Juhana.

Juhana berharap, kejadian ini merupakan yang terakhir dan ke depan tidak ada lagi kejadian serupa.

"Tentu kami sangat menyayangkan ini terjadi, ke depan kami akan perkuat dengan pelatihan dan berbagai program supaya hal ini tidak terjadi kembali. Bahkan kami akan mengundang Satgas Pungli dan lainnya untuk menjadi narasumber," kata dia.

Atas kejadian tersebut, Juhana mengaku, belum bisa mengambil tindakan, kepada kepala bidang SMP, karena masih dalam proses pemeriksaan.

BREAKING NEWS, Pejabat Disdik Kabupaten Bandung Kena OTT Tim Saber Pungli, Terkait Duit DAK

"Biarkan dan hormati proses hukum yang berjalan, nanti jika sudah selesai, baru ambil tindakan. Sebab sekarang saya juga belum tahu kronologi sebenarnya seperti apa," ujar dia.

Menurut Juhana, jika telah selesai dari pemeriksaan polisi, nanti juga akan ada rekomendasi seperti apa.

Maka kata Juhana, untuk melakukan tindakan, memecat (Maman) dari jabatannya atau lainnya, akan dilakukan setelah pemeriksan dan lainnya oleh pihak yang berwajib selesai.

"Saya harap ini yang terakhir tidak ada lagi kejadian seperti ini, di mana pun," katanya.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved