Banjir Bandang di KBB Hasilkan 58 Ton Sampah

Sedikitnya 58 ton sampah mengotori sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang

Banjir Bandang di KBB Hasilkan 58 Ton Sampah
Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Anggota Kodim 0609/Kabupaten Bandung dan anggota Polres Cimahi saat membersihkan sampah dan lumpur di lokasi banjir bandang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Sedikitnya 58 ton sampah mengotori sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang diterjang banjir bandang saat menjelang perayaan tahun baru 2020.

Bahkan, jumlah tonase sampah tersebut dipastikan bertambah karena petugas Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB hingga saat ini belum selesai melakukan pengangkutan sampah tersebut.

Kepala UPT Kebersihan pada DLH KBB, Rudi Huntadi, mengatakan, 52 ton sampah tersebut diangkut dari tiga titik banjir banding yakni Perumahan Cimareme Indah, Kampung Pajagalan dan Kampung Lebaksari atau di sekitar Underpass Padalarang.

"Dari pascakejadian pada hari Rabu, kami fokus mengangkut sampah mulai dari Perumahan Cimareme, Indah. Dari Rabu hingga Sabtu kita sudah mengangkut 8 rit sampah yang dihasilkan dari banjir," ujarnya saat dihubungi Tribun, Minggu (5/1/2020).

BREAKING NEWS, Pejabat Disdik Kabupaten Bandung Kena OTT Tim Saber Pungli, Terkait Duit DAK

Banjir bandang yang menerjang Perumahan Cimareme Indah, kata Rudi, menghasilkan 50 ton sampah dan sisanya sampah dari Kampung Pajagalan dan Kampung Lebaksari yang mencapai 8 ton.

"Karena sampah itu sisa banjir, jadi sampahnya basah seperti sampah plastik bekas makanan, kain dan sampah alat-alat rumah tangga," katanya.

Ia mengatakan, pada Minggu (5/1/2020), pengangkutan sampah kembali dilanjutkan dan akan dilakukan hingga sampah sisa banjir bandang benar-benar bersih, namun membutuhkan waktu yang cukup lama.

"Untuk pengangkutan sampah tidak bisa dilakukan cepat, karena banyak driver yang merasa kelelahan karena selain mengakut sampah sisa banjir, pengangkutan samah yang terjadwal juga harus diperhatikan," ucapnya.

Terseret Arus Sungai Citanduy, Jenazah Nana Akhirnya Ditemukan 1 Kilometer dari Lokasi Kejadian

Bahkan, kata Rudy, pengangkutan sampah yang rutin juga hingga saat ini belum semua terlayani karena keterbatasan sopir mobil pengangkut sampah yang ada di UPT Kebersihan KBB.

"Untuk aramda ada 6 dump truk dan 2 kendaraan pengangkut sampah liar (KPSL) dengan pengangkutan bervariasi ada yang satu rit dan ada yang tiga rit," kata Rudy.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved