Potensi Banjir Bandang di Garut Cukup Tinggi, 30 Ribu Pohon Ditanam di Kaki Gunung Guntur

Memasuki musim hujan, potensi bencana alam terutama banjir bandang dan longsor di wilayah Kabupaten Garut cukup tinggi.

Potensi Banjir Bandang di Garut Cukup Tinggi, 30 Ribu Pohon Ditanam di Kaki Gunung Guntur
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Ilustrasi: Jalur pendakian menuju Gunung Guntur, Kamis (24/8/2017). Para pendaki Gunung Guntur mengeluhkan pungutan liar yang sering terjadi oleh warga sekitar saat akan mendaki. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Memasuki musim hujan, potensi bencana alam terutama banjir bandang dan longsor di wilayah Kabupaten Garut cukup tinggi.

Kondisi lingkungan yang sudah mengalami kerusakan jadi salah satu penyebabnya.

Kapolsek Tarogong Kaler, Ipda Asep Saepudin, menyebut wilayah Tarogong Kaler termasuk daerah yang berpotensi terjadi banjir bandang dan longsor.

Perlu langkah nyata untuk mengantisipasinya.

"Ancaman banjir bandang dan longsor berasal dari kawasan lereng Gunung Guntur. Kawasannya sudah mengalami kerusakan. Kami putuskan untuk melakukan reboisasi atau penghijauan," ujar Asep, Sabtu (4/1/2020).

Asep menambahkan, pihaknya bersama kecamatan, Koramil Tarogong, BKSDA, dan masyarakat melakukan penanaman bibit pohon.

Pohon jenis albasiah ditanam sebanyak 30 ribu batang.

"Sedangkan luas lahan yang ditanami bibit pohon mencapai lima hektare. Ada 100 personil yang terlibat penanaman ini," katanya.

Kegiatan penanaman pohon ini dalam rangka gerakan peduli lingkungan di Tarogong Kaler. Penanaman sebagai upaya antisipasi banjir bandang dan longsor.

"Di musim hujan ini, potensinya cukup besar. Jadi perlu perhatian lebih," ucapnya.

Asep mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan. Lingkungan yang terjaga menurutnya akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat sekitar.

"Kalau lingkungan sudah rusak, tentunya akan menimbulkan ancaman bagi warga sekitar. Ancaman yang muncul bukan hanya bisa menimbulkan kerugian materi akan tetapi juga bisa mengancam keselamatan jiwa," katanya.

Asep menegaskan, pihaknya tidak akan segan-segan menindak tegas setiap pelaku perusakan lingkungan. Termasuk di kawasan lereng Gunung Guntur. Selama ini, pihaknya sering melakukan operasi untuk memastikan tidak ada kegiatan ilegal di kawasan tersebut.

"Jika masih membandel, kami akan proses hukum. Selama ini sudah terus diperingati. Nanti akan ditindak kalau masih ads aktivitas ilegal," ujarnya. (firman wijaksana)

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved